Seorang mahasiswa Pertanian Universitas Negeri Gorontalo, Sarlan Hudodo melalui hasil penelitiannya yang berjudul Pertumbuhan Tanaman Pepaya (Carica pepaya L.) Pada Media Tanam Kompos Blotong yang dilaksanakan di Gorontalo pada tahun 2016 menunjukkan bahwa Blotong dapat mempercepat pertumbuhan pepaya. Blotong atau disebut filter cake atau filter press mud adalah limbah industri yang dihasilkan oleh pabrik gula dari proses sortasi nira tebu. Blotong memiliki potensi untuk dijadikan pupuk organik, mengingat ketersediaannya yang cukup banyak dengan pemanfaatan yang belum optimal dan seringkali menimbulkan masalah bagi lingkungan sekitar. Industri pabrik gula PT. PG. Tolangohula Gorontalo. Penggunaan kompos blotong sebagai pupuk organik dapat meningkatkan kandungan hara dalam tanah terutama unsur N, P, K, Ca dan berbagai unsur hara mikro. Peranan kompos blotong pada tanah dapat dipastikan sama dengan peranan pupuk organik lainnya dalam memperbaiki sifat fisik, kimia tanah, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan. Mengingat manfaat blotong yang potensial maka dapat digunakan untuk pertumbuhan awal tanaman pepaya. Cara mengaplikasikan blotong adalah dengan mencampurkannya dengan tanah dengan perbandingan 1 banding 2 (1:2) Pemanfaatan blotong ini diharapkan mampu membantu mengatasi masalah mahalnya harga pupuk kimia dan sekaligus mengatasi masalah pencemaran lingkungan sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu langkah awal menuju zero waste industry dalam industri gula. Sumber : Jurnal. JATT Vol. 5 No. 3 Desember 2016: 236 - 244 ISSN 2252-3774