Loading...

PEMANFAATAN Brachiaria ruziziensis (RUMPUT RUZI) SEBAGAI PAKAN TERNAK

PEMANFAATAN Brachiaria ruziziensis  (RUMPUT RUZI) SEBAGAI PAKAN TERNAK
Rumput ruzi merupakan salah satu jenis hijauan pakan ternak yang sangat disukai ternak kambing, sehingga tidak membutuhkan masa adaptasi untuk mencapai tingkat konsumsi pakan maksimal. Rumput ruzi tergolong kepada jenis yang relative toleran terhadap injakan, dan tanaman ini relative tinggi serta membentuk stolon maka dapat dimanfaatkan baik sebagai rumput potongan, maupun untuk pengembalaan.Dilaporkan bahwa ternak kambing, domba dan anak sapi lebih sensitive terhadap "fotosentisitasi" bila diberikan rumput Brachiaria dari berbagai kultivar, termasuk kultivar ruziziensis.Fotosensitisasi adalah gangguan pada kulit ternak akibat sangant sensitive terhadap sinar matahari yang disebabkan oleh jamur yang tumbuh pada rumput brachiaria. Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih, dimana rumput ruzi telah menjadi salah satu sumber hijauan yang utama baik dengan cara potonf-angkut ataupun pengembalaan tidak pernah mengalami adanya kasus "fotosensitisasi" pada ternak kambing yang dipelihara. Hal ini kemungkinan disebabkan karena hijauan yang diberikan merupakan campuran dari beberapa jenis rumput. Dalam pemanfaatan rumput ruzi, sebaiknya tanaman ini tidak diberikan sebagai pakan tunggal dalam waktu lama, tetapi sebaiknya bersama jenis hijauan pakan lain. Apabila ternak tidak digembalakan dan hanya dikandangkan, maka pemebreian rumput ruzi sebagai pakan tunggal dapat dilakukan, karena kemungkinan timbulnya kasus fotosintisasi menjadi sangat kecil. Rumput ruzi dapat gunakan dengan cara potong-angkut, dan diberikan sebanyak 15-20 % dari bobot tubuh kambing sebagai pakan dasar. Pemanfaatan rumput ruzi sebagai rumput padang pengembalaan sebaiknya dilakukan secara rotasi dengan membagi areal pengembalan menjadi beberapa petakan ataupun paddock dengan menggunakan pagar pemisah. Pemagaran bertujuan untuk memberikan waktu istirahat (zero grazing) untuk setiap paddock agar rumput memiliki kesempatan cukup untuk tumbuh secara optimal.Lama/waktu pengembalan dalam satu petakan paling optimal adalah 7 (tujuh) hari untuk setiap petak, sehingga rumput yang dimakan lebih dahulu tumbuh masih sangat muda. Namun dengan lama pengembalaan 7 hari dalam setiap petakan akan dibutuhkan lebih banyak petakan dan biaya pemagaran menjadi mahal. Adapun keuntungan dengan cara pemetakan ini adalah produksi dan kualitas hijauan pasture dapat dikendalikan optimal, infestasi/kontaminasi cacing parasit menjadi lebih rendah karena ada periode istirahat dan produksi ternak akan lebih baik, sedangkan kelemahannya adalah biaya pagar lebih tinggi. Sebagai padang pengembalaan Brachiaria ruziziensis termasuk termaksud salah satu rumput yang tahan renggutan dan injakan dengan perakaran yang kuat. Tumbuhnya juga manjalar, sehingga rumput ini dapat dengan cepat tumbuh merapat dan menutup tanah. Oleh karena itu, jenis rumput ini juga cocok digunakan untuk menahan erosi dan dapat ditanam pada lereng-lereng gunung, pinggiran aliran sungai dan tanah miring lainnya yang rawan longsor. Pemanfaatan rumput ruzi dapat pula dilakukan dengan cara "potong-angkut" untuk sistem pemeliharaan ternak sepenuhnya didalam kandang. Pemeliharaan ternak sepenuhnya didalam kandang memudahkan perawatan dan penagawasan. Pemanfaatan dengan cara "potong-angkut" membutuhkan biaya operasional seperti minyak (bahan bakar) untuk pemotongan rumput dan pengangkutannnya serta tenaga upahan untuk memotong rumput, melangsir dan bongkar muat.Sumber : 1. Petunjuk Teknis, Budidaya dan Pemanfaatan Bachiera ruziziensis (rumput ruzi) sebagai Hijauan Pakan Kambing. Puslitbangnak, Badan Litbang Pertanian, 2009. 2 Halaman. Hal 16-19.2. Ternakonline.wordpress.com