Loading...

Pemanfaatan Bungkil Inti Sawit Sebagai Pakan Ternak

Pemanfaatan Bungkil Inti Sawit Sebagai Pakan Ternak
Bungkil inti sawit memiliki nilai gizi yang tinggi,sehingga seringkali dimanfaatkan sebagai bahan campuran dalam pembuatan pakan konsentrat, namun sebagian besar bahan tersebut di ekspor ke luar negeri. Bungkil inti sawit (BIS) adalah hasil samping dari proses pengolahan inti sawit dalam rangka menghasilkan minyak inti sawit. BIS memiliki berat sekitar 49,5% dari inti sawit dan memiliki kandungan protein kasar (PK) sekitar 16,3% serta kecernaan sekitar 67%. BIS memiliki kandungan SK sekitar 37% yang menyebabkan pemanfaatannya sebagai pakan ternak terbatas. Salahsatu cara untuk meningkatkan pemanfaatan BIS adalah melalui fermentasi dengan menggunakan kapang Aspergillus niger sebanyak 6-10 g/kg bahan BIS sangat potensial untuk digunakan sebagai pakan sapi potong, namun bahan tersebut banyak di ekspor ke luar negeri.Bungkil inti sawit dapat digunakan sebagai pengganti dedak padi dalam pakan sapi sampai 33%, dan solid sebagai pengganti rumput juga sebanyak 33%. Solid adalah hasil samping dari industri pengolahan minyak mentah kelapa sawit yang konsistensinya lunak, berwarna cokelat kegelapan, dalam kondisi udara terbuka mudah menjadi tengik dan tumbuh jamur. Jamur akan tumbuh dalam dua hingga tiga hari bila solid dibiarkan dalam udara terbuka, namun jamur ini tumbuh hanya di bagian permukaan luar dan tidak beracun. Solid ini bisa menjadi alternatif pakan tambahan bagi sapi yang murah, mengingat solid tersebut diproduksi secara melimpah, berkesinambungan, dapat digunakan bagi sapi, tidak bersaing dengan kebutuhan manusia dan harganya murah. Solid dapat digunakan sebagai pakan tambahan ternak sapi sebanyak 5-10 kg/ST/hari atau rata-rata 7,5 kg/ST/hari. Jika kadar bahan kering (BK)solid adalah 24,08%, maka dalam setiap hari diperlukan 1,8 kg BK/ST/hari atau 0,66 ton BK/ST/tahun. Untuk itu, potensi pakan solid dari Pulau Sumatera dan Kalimantan sebanyak 10,18 juta ton BK mampu digunakan untuk pakan tambahan bagi 15,42 juta ST sapi Meskipun saat ini solid belum banyak digunakan untuk pakan ternak sapi oleh petani di masyarakat. Solid memiliki kandungan PK12-14% dan dapat ditingkatkan menjadi 24,5% melalui teknologi fermentasi dengan kapang Aspergillus niger. Solid dalam bentuk segar sebanyak 10 kg/ekor/hari dapat diberikan sebagai pakansapi Peranakan Ongole (PO) dewasa, tanpa menimbulkan gangguan kesehatan pada sapi .Pemberian rumput pada ternak sapi sebanyak 30 kg/ST/hari dapat diturunkan menjadi 20 kg/ST/hari setelah menggunakan pakan solid sebanyak 5 kg/ST/hari.Pemanfaatan biomasa kebun sawit terhadap produktivitas sapi Pemanfaatan pelepah sawit dan solid dibandingkan dengan rumput terhadap pertambahan bobot badan harian (PBBH) sapi Bali dan PO jantan masing-masing umur 18-24bulan dan 10-15 bulan.Pemberian biomasa kebun sawit yaitu pelepah sawit pada sapi Bali dapat menggantikan rumput sebanyak 70%. Bahkan ketika dikombinasikan dengan solid,dapat meningkatkan PBBH sapi Balise banyak 52,17% dan 92,86% .Ketika pemberian solid ditingkatkan 5-10 kg/ekor/hari, PBBH sapi PO meningkat sangat signifikan sebesar 90% atau dan 250%. Solid sebagai pakan ternak sapi dalam bentuk segar dan mengganti penggunaan dedak padi dalam ransum sapi potong serta memberikanpengaruh positif terhadap konsumsi dan efisiensi ransumserta peningkatan bobot badan ternak sapi.sedangkan penggunaan solidakan mengurangi pencemaran lingkungan dari pembuangan limbah pengolahan sawit berupa solid. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : Badan Litbang Pertanian BPTP Lampung