Loading...

Pemanfaatan Daun Nimba, Sereh Dan Lengkuas Sebagai Bahan Pestisida Nabati

Pemanfaatan Daun Nimba, Sereh Dan Lengkuas Sebagai Bahan Pestisida Nabati
PEMANFAATAN DAUN NIMBA, LENGKUAS DAN SERAI SEBAGAI BAHAN PESTISIDA NABATI OLEH FRANSISKA R. ENO BAY, SP POPT KECAMATAN RIUNG BARAT, KABUPATEN NGADA Pendahuluan Konsep pertanian ramah lingkungan adalah konsep pertanian yang mengedepankan keamanan seluruh komponen yang ada pada lingkungan ekosistem dimana pertanian yang ramah lingkungan serta dapat dilaksanakan dengan menggunakan bahan yang relatif aman, murah, dan sederhana tanpa meninggalkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berkasiat mengendalikan serangan hama dan penyakit pada tanaman. Pestisida ini tidak meningalkan residu atau sisa pestisida yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan serta dapat dibuat dengan mudah menggunakan bahan yang aman dan peralatannya sederhanana yang beada disekitar kita. Pembahasan Secara umum, pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Pestisida Nabati relatif mudah dibuat dengan bahan dan teknologi yang sederhana. Bahan bakunya yang alami/nabati membuat pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan. Pestisida ini juga relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah hilang. Pestisida nabati bersifat “pukul dan lari” (hit and run), saat diaplikasikan akan membunuh hama itu juga dan setelah hamanya mati, residunya akan hilang di Alam. Dengan demikian produk terbebas dari residu pestisida sehingga aman dikonsumsi manusia. Pestisida nabati menjadi alternatif pengendalian hama yang paling aman di bandingkan dengan pestisida kimia. Penggunaan pestisida nabati memberikan keuntungan ganda, selain menghasilkan produk yang aman, lingkungan juga tidak tercemar. Beberapa keunggulan pestisida nabati antara lain Mudah terurai di alam sehingga tidak mencemar lingkungan, Relatif aman bagi manusia danternak karena residunya mudah hilang, Dapat membunuh hama dan penyakit, sebagai pengumpul atau perangkap hama tanaman, Bahan yang digunakan nilainya murah serta mudah dijumpai di sekitar kita, Mengatasi kesulitan ketersediaan dan mahalnya obat-obatan pertanian khususnya pestisida sintetis/kimia, Dosis yang digunakan tidak terlalu mengikat dan beresiko dibandingkan dengan pestisida kimia, tidak menimbulkan kekebelan pada serangga hama. Kelemahan dari Pestida Nabati tidak tahan panas matahari dan daya kerja relatif lambat. Adapun cara kerja Pestisida Nabati Aromanya yang khas efektif mengusir hama, Merusak perkembangan telur larva dan pupa, Menghambat nafsu makan serangga hama, Menghambat pergantian kulit, Menghambat pergerakan hama, Membuat steril (mandul) serangga jantan, Menghambat reproduksi serangga betina, Menghambat perkembangan patogen penyakit. Cara Pembuatan dan Aplikasi Alat dan bahan yang digunakan adalah Parang/golok, Lesung dan Alu/pakai giling, Ember, Timbangan/dacing, Gentong/drum, Kain halus (untuk saring), Kayu pengaduk, Ember bak, Corong, Penggayung. Sedangkan bahan yang digunakan adalah Daun nimba, Lengkuas, Serai, Air cucian beras, EM-4 Pertanian, dan Gula Pasir. Cara Pembuatannya Daun Nimba, lengkuas dan Serai di cincang kecil-kecil, Bahan yang di cincang di tumbuk/digiling sampai halus, Semua bahan hasil tumbuk di taroh dalam gentong yang sudah ada air cucian beras kemidian diaduk samapai merata, beri campuran EM-4 (sebelumnya EM-4 dicampur dengan gula dan air secukupnya ), Setelah diaduk bahan direndam selama 24 jam, Keesokan harinya larutan disaring dengan kain halus, Larutan hasil penyaringan siap diaplikasi, dengan dosis 15 liter air dengan larutan 1 gelas akua, pada saat penyemprotan bisa ditambahkan dengan minyak bimoli sedikit sebagai perekat, Dosis bisa lebih dari 1 gelas karena tidak ada efek samping.