Loading...

Pemanfaatan Feses Sapi sebagai pupuk bokashi

Pemanfaatan Feses Sapi sebagai pupuk bokashi
PEMANFAATAN FESES SAPI SEBAGAI PUPUK BOKASHI Oleh : Tumidi, S.ST Mengelola feces sapi sebagai salah satu dari beberapa pupuk kandang dapat dilakukan dengan cara terbaik yaitu melindungi dari terik matahari langsung, atau dari air hujan sampai dengan pupuk tersebut digunakan terdapat 4 (empat) cara yang umum dilakukan untuk menangani pupuk kandang antara lain : 1. Mengumpulkan pupuk kandang segar setiap hari dikeringkan di lahan. 2. Disimpan dalam lubang atau ditimbun dan dihindarkan dari terik matahari langsung dengan diberi pelindung, penutup, dibiarkan pupuk kandang tersebut mengalami proses fermentasi sebelum digunakan. 3. Pupuk disimpan dalam kondisi aerob dan dilakukan perlakuan tertentu sebelum digunakan. 4. Pupuk disimpan dalam kondisi anaerob (ditambah EM4) dan dilakukan perlakuan tertentu sebelum digunakan. Bokashi adalah : fermentasi bahan organik (jerami padi, pupuk kandang, sekam padi, sisa tanaman sampah dan lain lainya) sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanah dan meningkatkan pertumbuhan produksi tanaman. ALAT DAN BAHAN Alat1. skop 2. Ember 3. Timbangan4. Terpal Bahan1. Feses Sapi 80 kg2. Sekam padi 15 kg 3. Dedak padi 5 kg4. EM4 80 ml5. Molases 30 ml6. Air secukupnya PR0SES PEMBUATAN 1. Larutkan EM4 dan molases kedalam air2. Feses sapi, sekam padi, dan dedak dicampur merata3. Siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan kedalam adonan secara merata4. Aduk adonan secara merata5. Adonan yang sudah jadi bila kandungan air mencapai 30% dan bila adonan dikepal air tidak menetes, dan bila adonan dilepas adonan tidak pecah6. Adonan digundukan diatas terpal dengan ketinggian minimal 15-20 cm7. Kemudian ditutup dengan terpal8. Pertahankan suhu gundukan adonan maksimal 50*c dengan cara dibolak balik9. Setelah 4-7 hari bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PUPUK BOKASHI Kelebihan pupuk bokasi1. Mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro maupun mikro yang sangat baik terhadap sifat fisik, kimia dan biologis tanah2. Memperbaiki dan menjaga struktur tanah3. Membantu menjaga kelembapan tanah4. Aman dipakai dalam jumlah besar dan berlebih sekalipun5. Tidak merusak lingkunganKekurangan pupuk bokasi1. Kandungan unsur hara relative lebih kecil2. Dalam jangka pendek, reaksi tanaman terhadap pemberian pupuk bokasi tidak secepat pemberrian pupuk organik. APLIKASI PADA TANAMAN HORTIKULTURA Dosis yang digunakan pada setiap tanaman hortikultura adalah 15 ton/Ha, sedangkan untuk setiap meter persegi adalah 1,5 kgPemberian pupuk dasar dilakukan dengan menebar pupuk pada bedeng yang telah diolah kemudian diaduk secara merata, sedangkan pemberian kedua dilakukan dengan membuat larikan diantara tanaman kemudian dibenamkan.