Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan hayati tumbuhan obat yang tinggi, dan warisan budaya dalam pemanfaatan tanaman obat. Herbal sejak zaman nenek moyang, sudah dimanfaatkan secara rutin sebagai "ramuan jamu" baik untuk manusia maupun ternak. Tanaman obat (herbal) dapat menjadi produk jamu yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, pencegahan dan penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan. Peternak di negeri China sudah lama menggunakan ramuan tradisional dari bahan tanaman (herbal) sebaga feed additives. Polisakarida yang terdapat dalam herbal merupakan komponen penting sebagai immunomudulator sehingga immuno actives polysaccharides yang terdapat dalam tanaman obat sangat balk digunakan sebagai feed additives dalam ransum unggas maupun air minum. Pemakaian obat kimia pada ternak unggas secara terusmenerus dapat menimbulkan resistensi dan residu dalam produk (daging dan telur). Oleh karena itu perlu dicari alternative sumber alami (herbal) sebagai substitusi obat kimia atau feed additives baik didalam pakan maupun air minum. Ramuan herbal yang terdiri atas bahan-bahan pilihan dapat dibuat jamu melalui proses fermentasi yang telah diuji pada ternak unggas (ras dan lokal). Jamu herbal tersebut digunakan sebagai probiotik (pengganti antibiotik kimia), sehingga diperoleh produk daging dan telur ayam yang aman, bebas residu antibiotik.Manfaat dan Keuntungan Tanaman Obat (herbal) untuk Unggas. 1) Meningkatkan daya tahan ternak terhadap stres dan penyakit. 2) Menekan mortalitas ayam selama pemeliharaan. 3) Tidak diperlukan imbuhan antibiotik dan antistres lain dalam air minum. 4) Ramah lingkungan, mengurangi bau amonia kotoran dan lingkungan kandang ayam. 5) Kotoran ayam lebih kering. 6) Dihasilkan produk ayam sehat, aman dikonsumsi dan bebas residu antibiotik/bahan kimia lainnya. 7) Sebagai substitusi antibiotik dan coccidiostat kimia (impor). 8) Aplikasi dalam industri pakan ternak unggas (unggas) dan nutrisi probiotik herbal dalam air minum.Prosedur Pembuatan Jamu Ternak. 1) Jamu Fermentasi dalam bentuk larutan (nutrisi air minum). 1.1) Ramuan herbal yang digunakan formula bervariasi dari berbagai kombinasi jenis tanaman obat. 1.2) Contoh Aplikasi hasil uji Jamu Ramuan Herbal terdiri atas: 1.2.1) Kencur 200 g, bawang putih 200 g, temulawak 100 g, jahe 100 g, kunyit 100 g, lempuyang 50 g, langkuas 50 g, kunyit 100 g, sambiloto 50 g, lain-lain 50 g. 1.2.2) Setiap satu kg rmuan herbal dihaluskan ambil sarinya, diberi larutan molasses atau air gula 250 ml dan 250 ml mikroba starter (EM4), kemudian ditambahkan air (bebas kaporit atau klorin) sampai volume menjadi 10 liter. 1.3) Adonan jamu difermentasi secara anaerob selama enam hari. Setelah enam hari larutan jamu herbal dapat digunakan untuk ternak unggas. 1.4) Jamu herbal ini dapat disimpan selama enam bulan pada suhu ruang atau satu tahun bila disimpan dalam cool room. 1.5) Aplikasi pemberian jamu herbal fermentasi dalam air minum, dosis 5 ml j amu per liter air minum.2). Ramuan herbal dalam bentuk serbuk (feed additives dalam pakan). 2.1) Bahan herbal serbuk kering yang terdiri atas. serbuk sambiloto. Jahe, temulawak, kunyit, temuireng, dll., sebanyak 10 kg, diaduk homogen. 2.2) Kemudian dikemas dalam kantong plastik per 250 gram, simpan tempat kering. Daya simpan satu tahun pada suhu ruang. 2.3) Aplikasi, setiap 250 gram jamu serbuk untuk 100 kg pakanayam. 2.4) Pemberian jamu serbuk dapat dilakukan mulai umur DOC s/d ayam diafkir. 2.5) Khusus untuk ayam KUB fase produksi telur, untuk meningkatkan produksi dan kualitas telur, maka "ramuan herbal tsb." dapat ditambahkan serbuk daun dan atau buah mengkudu sebanyak (1-2)% dalam ransum. Catatan bila bahan mengkudu murah dan mudah diperoleh di daerah masing-masing.Penulis : SuwarnaSumber : Buku Panduan , "Teknik Formulasi Ransum Ayam KUB Berbasis Bahan Pakan Lokal " Puslitbangnak, Januari, 2014.