BPP Ponorogo Pemakaian obat kimia pada ternak unggas secara terus menerus dapat menimbulkan resistensi dan residu dalam produk (daging dan telur). Oleh karena itu perlu dicari alternative sumber alami (herbal) sebagai substitusi obat kimia atau feedadditives baik di dalam pakan maupun air minum. Ramuan herbal yang terdiri atas bahan-bahan pilihan dapat dibuat jamu melalui proses fermentasi yang telah diuji pada ternak unggas (ras dan lokal). Jamu herbal tersebut digunakan sebagai probiotik (pengganti antibiotik kimia), sehingga diperoleh produk daging dan telur ayam yang aman, bebas residu antibiotik.Pelaksanaan penyuluhan peternakan dan praktek pemberian jamu ternak untuk diberikan pada ternak kecil dilakukan di kelompok tani yang dilaksakan tanggal 17 Mei 2018. Inipun masyarakat tani yang biasa diberikan materi penyuluhan tanaman pangan dan ini sangat bangga ke tempatan untuk praktek cara pembuatan jamu herbal untuk ternak.Kepala BPP Kec. Ponorogo Drh. Niken Widajati, mengatakan " Penyuluhan dan praktek ini sangat penting karena kelompok tani masyarakatnya heterogen maksudnya tidak hanya melulu tanaman pangan juga perlu penyuluhan peternakanan,perikanan,hortikultura pada lokasi yang menjadi unggulan" tukasnyaMANFAAT RAMUAN HERBAL1. Meningkatkan daya tahan ternak terhadap stres dan penyakit.2. Menekan mortalitas ayam selama pemeliharaan.3. Tidak diperlukan imbuhan antibiotik dan antistres lain dalam air minum.4. Ramah lingkungan, mengurangi bau amonia kotoran dan lingkungan kandang ayam.5. Kotoran ayam lebih kering.6. Dihasilkan produk ayam sehat, aman dikonsumsi dan7. bebas residu antibiotik/bahan kimia lainnya.8. Sebagai substitusi antibiotik dan coccidiostat kimia (impor).9. Aplikasi dalam industri pakan ternak unggas dan nutrisi probiotik herbal dalam air minum. ALAT DAN BAHANAlat :1. Pisau2. Bak atau nampan3. Gayung4. Jurigen atau tong5. Blender Bahan :1. Kunyit (300 gr) 2. Temulawak (300 gr)3. Temu Ireng (300 gr)4. Sirih (150 gr)5. Lengkuas (300 gr)6. Batang serai (100 gr)7. Jahe (200 gr)8. Bawang putih (150 gr)9. EM4 (350 ml)10. Molases/tetes (350 ml)11. Air secukupnya PROSEDUR PEMBUATAN1. Haluskan semua bahan, bahan A yang terdiri dari (kunyit, temulawak, temu ireng, sirih, lengkuas, batang serai, jahe, dan bawang putih) dengan cara di tumbuk atau menggunakan blender. Kemudian ambil sarinya atau ekstrak 2. Siapkan terpisah larutan tetes (molasses) atau air gula 350 ml dan 350 ml mikroba starter (EM4 atau sejenisnya), aduk rata (bahan B). 3. Bahan A + bahan B dicampur, aduk rata, kemudian ditambahkan air (yang bebas kaporit atau klorin) sampai volume menjadi 10 liter. Simpan dalam wadah tong (ember) yang bertutup rapat.4. Adonan jamu tersebut difermentasi secara anaerob (tanpa udara) selama 6 (enam) hari. Setiap hari jamu diaduk homogen, dan tutup ember tetap dibuka selama 15 menit. Lakukan setiap hari selama 6 hari. Setelah enam hari larutan jamu herbal dapat digunakan 5. Jamu herbal ini dapat disimpan selama enam bulan pada suhu ruang atau satu tahun bila disimpan dalam cool room. Aplikasi pemberian jamu herbal fermentasi dalam air minum, dosis 10 ml jamu per liter air minum. PEMBERIAAN RAMUAN HERBAL PADA TERNAK Ramuan herbal ini dapat disimpan selama enam bulan pada suhu ruang atau satu tahun bila disimpan dalam cool room. Aplikasi pemberian jamu herbal fermentasi dalam air minum dapat dilakukan 2-3 kali seminggu, dosis yang dianjurkan adalah 10 ml jamu (ramuan herbal)/liter air bersih. PENYIMPANAN RAMUAN HERBALSimpan di tempat yang tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung. Jamu herbal ini dapat disimpan selama enam bulan pada suhu ruang atau satu tahun bila disimpan dalam cool room Oleh : admin_Ponorogo / BPP Ponorogo