Loading...

PEMANFAATAN JANGGEL JAGUNG SEBAGAI MEDIA JAMUR OLEH PETANI DI DESA SIDORAHAYU

PEMANFAATAN JANGGEL JAGUNG SEBAGAI MEDIA JAMUR OLEH PETANI  DI DESA SIDORAHAYU
Jagung (Zea mays .sp) adalah salah satu tanaman penghasil karbohidrat yang sangat penting. Jagung juga merupakan komoditas yang mendapat perhatian utama dan mempunyai prospek yang cukup cerah. Bagian tanaman jagung yang banyak dimanfaatkan adalah bagian bijinya yaitu sebagai bahan pangan sedangkan daunnya sering dijadikan pakan ternak. Sedangkan bagian jagung yang lain seperti janggel jagung sering tidak dimanfaatkan. Pada beberapa kasus bahkan janggel jagung biasanya akan dibakar. Hal ini tentunya akan menyebabkan polusi udara yang cukup berbahaya bagi lingkungan masyarakat sekitar. Padahal dari janggel jagung tersebut bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna, misalnya sebagai media jamur.Jamur yang tumbuh pada janggel jagung ini merupakan jenis jamur yang bisa dikonsumsi dan bukan kategori jamur racun. Soal rasa jamur ini cenderung lebih gurih alami dan empuk bila dibandingkan dengan jamur merang . Pemanfaatan janggel jagung sebagai media tanam jamur ini sudah dipraktekkan oleh petani di desa Sidorahayu, Kecamatan Abung semuli, kabupaten Lampung Utara. Dari hasil budidaya jamur ini petani mendapatkan manfaat lebih yaitu selain mengurangi polusi juga sebagai sumber protein keluarga, bahkan bisa menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan. Dalam sehari dengan ukuran luas 5 x 1 m , jamur bisa tumbuh sebanyak 1 kg siap konsumsi dan bisa dipanen setiap hari selama satu bulan atau lebih. Sehingga bila kita membuat ukuran yang lebih luas kita bisa menjual ke lingkungan sekitar dengan harga yang cukup baik. Hal ini tentunya bisa membantu perekonomian keluarga. Teknik budidaya jamur janggel ini cukup mudah, murah meriah, dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Sebagai patokan untuk lahan ukuran 5m x 1 m kita cukup menyediakan bahan-bahan dan alatnya seperti: Janggel jagung, Ragi 7 butir, bekatul 5 kg, urea 1 kg, karung bekas atau lebih bagus karung goni secukupnya sebagai alas media fungsinya untuk menjaga kelembaban, terpal plastik sebagai penutup, dan papan sebagai pembatas janggel agar bisa ditumpuk. cara pengerjaannya yaitu dengan menumpuk janggel jagung kira-kira hingga ketinggian 10 -15 cm , yang sebelumnya sudah diberi alas karung goni, setelah itu taburkan campuran ragi, bekatul, dan urea setengah dari ukurannya. Setelah rata diatasnya ditumpuk lagi janggel kira-kira 10-15 cm dan diatasnya ditaburi sisa campuran bekatul, ragi dan urea tadi. Setelah selesai penaburannya kemudian disiram dengan air bersih sampai basah dan tutup dengan terpal plastik agar lembab. Dalam pembudidayaan jamur ini usahakan lokasinya tetap terkena panas matahari, akan tetapi terlindung dari air hujan. Setiap sore media tetap disiram sampai basah dan bisa dicampur pupuk urea agar proses fermentasinya berlangsung cepat. Usahakan media jangan dibuat diatas lantai semen/keramik. Setelah kurang lebih 14 hari maka jamur sudah bisa dipanen. Dengan ciri- ciri jamur sudah ada helm/kuncup payung atau sebelum mekar setiap jam 5 sore. Masa panen bisa berlangsung selama 1 bulan atau lebih tergantung perawatan. (Endang Susilowati, SP; PPL Abung Semuli)