Salah satu usaha untuk meningkatkan pendapatan usahatani kelapa adalah dengan penanaman tanaman sela atau dengan pemeliharaaan ternak. Dengan penanaman tanaman sela atau pemeliharaan ternak maka lahan diantara tanaman kelapa dapat dimanfaatkan secara efisien dan lebih produktif. 1. Penanaman Tanaman SelaPenanaman tanaman sela diantara pertanaman kelapa tidak berpengaruh negative terhadap tanaman kelapa, bahkan cenderung meningkat apabila tanaman sela tersebut dikelola dengan baik. Usahatani kelapa dengan pola polikultur atau pertanaman campuran merupakan pola yang sangat dianjurkan, karena usahatani kelapa secara monokultur tidak efisien. Sistem tumpangsari yang dapat dilakukan pada tanaman kelapa adalah pola perennial maupun pola perennial-annual. Pada pola perennial, tanaman kelapa sebagai tanaman pokok dengan tanaman sela juga tanaman tahunan seperti pisang ,kakao, lada, kopi dll. Sedangkan pola perennial –annual yaitu tanaman kelapa sebagai tanaman pokok dan tanaman sela adalah tanaman semusim. Pada pola usahatani pertanaman campuran dapat ditanam satu atau lebih jenis tanaman sela, baik berupa tanaman tahunan maupun tanaman semusim. Peningkatan pendapatan petani dengan menanam tanaman sela yang ditanam diantara tanaman kelapa sangat tergantung pada jenis tanaman sela dan harga yang berlaku, sehingga dapat disesuaikan berdasarkan waktu dan kondisi wilayah. a. Tanaman sela kelapa dengan tanaman semusimSistem perakaran tanaman kelapa terkonsentrasi kearah bawah sehingga total areal efektif yang dapat dimanfaatkan kelapa hanya sekitar 12,6-25,7% sehingga sekitar 80% lahan diantara tanaman kelapa berpeluang ditanami tanaman sela. Jenis tanaman semusim yang sesuai digunakan sebagai tanaman sela untuk tanaman kelapa diantaranya adalah padi gogo, jagung, kedelai, kacang tanah, jute, kenaf, rami dan sebagainya. b. Tanaman sela kelapa dengan tanaman tahunanJenis tanaman tahunan yang dapat dikembangkan sebagai tanaman sela pada perkebunan kelapa diantaranya adalah: 1) Tanaman buah-buahan, antara lain pisang, mangga, nenas, jeruk nipis, pepaya, langsat, nangka dan sebagainya; 2) Tanaman perkebunan antara lain kopi, abaca, kakao dan sebagainya.Tanaman tumpangsari jenis tanaman tersebut dapat memberikan keuntungan ganda seperti pemanfaatan lahan yang efektif dalam jangka panjang dan dapat mengurangi erosi tanah.c. Tanaman sela kelapa dengan system polikultur (Multi-story Cropping system)System polikultur adalah penanaman lebih dari satu jenis tanaman yang berbeda dalam tinggi, sistem perakaran dan bentuk kanopinya dengan tujuan untuk meangoptimalkan penyerapan sinar matahari, penyerapan hara dan kelembaban tanah.Beberapa kombinasi penanaman tanaman sela dengan sistem polikultur seperti: Kelapa+pepaya+pisang+nanas; kelapa+pisang+jagung+nenas; kelapa+kakao+nenas+jagung; kelapa+manga+pisang+langsat dan sebagainya. Jenis tanaman sela yang ditanam sangat dipengaruhi jarak tanam kelapa, untuk jarak tanam yang relatif rapat, tanaman sela yang cocok hanya tanama semusim. 2. Integrasi Kelapa dengan TernakIntegrasi antara kelapa dan ternak merupakan pola usahatani yang sangat menguntungkan karena disamping mendapatkan keuntungan dari usaha ternak, juga dapat memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk kandang. Pengusahaan ternak di bawah kelapa sebaiknya dikandangkan, dengan tujuan untuk mengurangi dampak penyebaran inang hama dan penyakit pada tanaman pokok (kelapa). Disamping itu kotoran ternak yang terkumpul di suatu tempat memudahkan untuk dapat digunakan sebagai substitusi pupuk organic atau bahan bakar (biogas). Untuk memenuhi pakan ternak yang dikandangkan tersebut perlu ditanam hijauan pakan ternak.Pemanfaatan lahan diantara kelapa dengan tanaman sela maupun ternak dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan pada pertanaman kelapa. Dengan penanaman tanaman sela diantara kelapa, pendapatan petani meningkat minimal 30% dari tanaman sela atau ternak dan 30% dari tanaman kelapa.(Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan).Sumber: 1. Anonimous. 2014. Pedoman Budidaya Kelapa (Cocos nucifera) yang baik. Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebnan. Kementerian Pertanian. 2. Jurnal Lahan Sub Optimal. Vol 2, No. 1 (2013).3. http://indec.co.id/indecdata/gallery/552274c23dff7-indec-image.jpg