Dewasa ini, peningkatan jumlah penduduk cenderung terus bertambah. Kecenderungan tersebut secara langsung diikuti oleh kecenderungan peningkatan kebutuhan bahan pangan. Pemenuhan kebutuhan pangan tersebut banyak menemui permasalahan, diantaranya adalah fenomena perubahan iklim global yang berpengaruh pada tingkat produksi dan distribusi bahan pangan, penyempitan lahan pertanian akibat penggunaan di bidang non pertanian, dan tingginya tingkat degradasi lahan sehingga menyebabkan berkurangnya hasil panen. Salah satu strategi baru dalam meningkatkan kecukupan, ketahanan, dan kemandirian pangan tersebut adalah melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Pekarangan adalah areal tanah yang biasanya berdekatan dengan sebuah bangunan. Jika bangunan tersebut rumah, maka disebut pekarangan rumah. Pekarangan dapat berada di depan, belakang atau samping sebuah bangunan, tergantung seberapa luas sisa tanah yang tersedia setelah dipakai untuk bangunan utamanya. Sebetulnya, tidak terlalu sulit bagi kita untuk mengoptimalkan setiap jengkal lahan pekarangan sebab banyak jenis tanaman yang dapat ditanam di pekarangan, tinggal memilih sesuai dengan kebutuhan dan situasi kondisi. Budidaya sayuran di pekarangan bukan merupakan hal baru karena praktek pemanfaatan demikian sudah lama dilakukan terutama di pedesaan. Namun demikian seiring berjalannya waktu, kebiasaan tersebut semakin ditinggalkan dan banyak pekarangan di pedesaan justru tidak dimanfaatkan, dibiarkan terlantar dan gersang padahal jika dioptimalkan, pekarangan mempunyai manfaat yang besar baik secara ekologi maupun secara ekonomis. Secara ekologis, pekarangan dengan struktur tanaman yang tingginya berjenjang dan beraneka jenisnya, mulai dari tanaman keras dengan ketinggian yang menjulang sampai dengan tanaman perdu dan jenis rerumputan bukan saja akan mampu mengoptimalkan penggunaan energi matahari melainkan juga melindungi tanah dari erosi akibat guyuran air hujan. Dengan demikian, berbagai jenis tanaman dapat tumbuh berdampingan. Kesuburan tanah dan tata air akan tetap terjaga. Disamping itu dalam pekarangan juga terjadi sistem daur ulang yang baik. dedaunan yang jatuh, sampah organik sisa rumah tangga dan kotoran hewan ternak merupakan sumber daya yang baik bagi pertumbuhan tanaman pekarangan. Sebaliknya dedaunan dan rerumputan segar dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Itulah sebabnya ada banyak keuntungan dan fungsi yang dapat kita gali dari proses pemanfaatan lahan pekarangan rumah ini. Lahan dihalaman rumah dapat berfungsi sebagai lumbung hidup, warung hidup, pagar hidup dan juga taman. Jenis sayuran yang akan ditanam harus direncanakan sedemikian rupa sejak awal agar dapat berfungsi optimal, baik dalam hal tingkat produksi maupun dalam pemanfaatan lainnya di rumah tangga. Berbeda dengan lahan pertanian secara umum, pekarangan rumah memiliki luasan yang relatif sempit, bersentuhan langsung dengan penghuni rumah, serta memiliki peran yang sangat kompleks. A. Syarat Budidaya Sayuran Di Pekarangan Beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam berbudidaya sayuran di pekarangan diantaranya adalah harus memiliki nilai estetika atau keindahan sehingga selain dapat dimakan juga dapat mempercantik halaman rumah. Strategi yang dapat dilakukan, diantaranya melalui pengaturan jenis, bentuk, dan warna tanaman. Selain itu, model yang digunakan sebaiknya bersifat mobile atau mudah untuk dipindahkan. Hal ini diperlukan guna mengantisipasi pemanfaatan dan penataan pekarangan. Model budidaya yang dapat memenuhi kriteria demikian adalah model budidaya secara vertikal atau vertikultur dan budidaya dalam pot/polybag Perlu diperhatikan bahwa apapun jenis sayuran yang akan ditanam, selain memperhatikan estetika dan kondisi tanah pekarangan, tipe tanaman juga perlu diperhatikan dalam menentukan tata letak penanamannya. Tanaman perdu tegak dan relative tak bercabang seperti beluntas misalnya lebih cocok jika ditanam sebagai pagar halaman, demikian juga tanaman talas yang tajuknya melebar misalnya ditanam disudut halaman atau dekat pagar. Di bagian tengah halaman yang kosong dan terbuka paling sesuai jika dibuat bedegan untuk tanaman sawi, kol, kacang tanah atau seledri yang merupakan herba ukuran kecil. Sementara itu tanaman merambat seperti mentimun, kecipir, pare atau oyong akan sangat menarik bila dirambatkan pada rambatan type pagar. Penanaman jenis ini juga dapat berfungsi untuk menutupi tempat yang tida layak dilihat orang lain seperti tempat cuci pakaian dihalaman samping. Selain ditanam ditanah pekarangan, beberapa jenis sayuran juga dapat ditanam di polybag, pot, ember, belahan bambu, pipa PVC dan lain-lain. Untuk memperhatikan estetika halaman, sayuran yang dipilih untuk ditanam dalam wadah tersebut sebaiknya sayuran daun bertipe kecil seperti sawi, kol, seledri, bawang daun, kangkung dll. Sayuran yang dapat dipilih seperti tomat cabai dan terung. Berikut ini beberapa contoh pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman sayuran. B. Jenis Sayuran Yang Dapat Ditanam di Lahan Sempit Sebetulnya semua jenis sayuran dapat ditanam dalam skala kecil di halaman. Namun untuk memilih jenis sayuran yang paling sesuai tentunya tergantung pada selera pribadi, kebiasaan setempat, variasi musim, luas halaman dan ketinggian tempat. Pemilihan lokasi penanaman juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan berkaitan dengan pemilihan jenis sayuran. karena ada sayuran yang sangat membutuhkan tanah subur dan cukup mendapat sinar matahari seperti sawi, ada sayuran yang mampu tumbuh di tanah berair seperti kangkung, ada sayuran yang memerlukan tempat teduh seperti katuk dan ada sayuran yang mampu tumbuh ditanah kurus seperti selada dan beluntas. Secara umum, suatu lokasi yang berada diatas 700 M dpl dapat digolongkan dataran tinggi sedangkan yang berada dibawah 700 M Dpl termasuk dataran rendah. Agar didapatkan hasil yang optimal, sebaiknya jenis sayuran yang dipilih disesuaikan dengan kecocokan ketinggian lokasi penanaman. Beberapa jenis sayuran yang dapat dipilih untuk ditanam didataran rendah diantaranya bayam, bawang merah, cabai, kacang panjang, kangkung, kecipir, kemangi, labu siam, pare, terung dan tomat. Sementara untuk dataran tinggi jenis sayuran yang ditanam jauh lebih beragam seperti, brokoli, buncis, kacang kapri, kol, kubis bunga, mentimun, petsay, sawi, selada, seledri, tomat, wortel. Namun demikian banyak juga sayuran yang dapat ditanam baik didataran tinggi maupun didataran rendah seperti bawang daun, bayam, kangkung, seledri, tomat, kemangi dan labu siam. Sebelum penanaman sayuran di halaman, baik di dataran tinggi maupun dataran rendah sebaiknya dilakukan beberapa persiapan seperti pemilihan lokasi, persiapan lahan, penyiapan bahan tanaman, polybag, pupuk kompos dan bila memungkinkan membuat MOL (Mikroorganisma Lokal).C. Pemeliharaan Tanaman Sayuran Salahsatu keberhasilan penanaman sayuran dihalaman ditentukan oleh factor pemeliharaannya. Beberapa pemeliharaan yang perlu diterapkan pada tanaman sayuran baik dilahan maupun pada polybag/pot relative sama diantaranya penyiraman, pendangiran dan penyiangan, pemupukan, pemasangan turus dan pengendalian hama penyakit. Setelah ditanam, sayuran perlu disiram setiap hari, frekuensi penyiraman dapat ditingkatkan menjadi dua kali sehari apabila hari panas atau musim kemarau. Tanah pekarangan ataupun tanah dalam polybag/pot harus tetap dijaga kegemburannya , untuk itu perlu didangir setiap satu atau dua minggu sekali. Untuk menopang berdirinya tanaman seperti kacang panjang, mentimun,dsb perlu diberikan pegangan berupa turus, pagar atau para-para. D. Pemupukan Selain pupuk kandang atau kompos sebagai pupuk dasar, tanaman sayuran juga diberi pupuk lanjutan setelah ditanam dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara agar hasil panen mencapai kualitas yang diharapkan. Jenis pupuk yang diberikan tergantung pada jenis sayurannya begitu pula sayuran pada polybag/pot perlu dipupuk, hanya saja pemupukannya setiap 2-7 hari sekali dengan dosis serendah mungkin, sebaiknya pupuk dilarutkan dulu dengan air. E. Pengendalian Hama dan Penyakit Sekalipun ditanam di pekarangan, tanaman sayuran pasti tidak luput dari gangguan hama penyakit. Tindakan paling tepat untuk mengendalikan gangguan hama penyakit adalah dengan melakukan pencegahan. Caranya yaitu dengan memperhatikan kondisi tanaman dengan lingkungannya. Hindari tanaman dan lingkungan menjadi lembab sehingga menjadi sarang penyakit. Secara rutin daun-daun sayuran yang terlalu rimbun dipangkas dan segala benda yang menghalangi sinar matahari disingkirkan. Jika penyakit terlanjur menyerang, tindakan yang paling tepat adalah segera mencabut tanaman yang terserang dan menyingkirkannya dengan cara dibakar.F. Pemanenan Jika pemeliharaannya baik, sayuran sudah dapat dipanen sejak umur satu bulan atau tergantung jenis tanamannya. Sayuran perdu yang dipetik daunnya sudah dapat dipanen pada umur kurang lebih 35-40 hari, pemanenan dapat dilakukan dengan selang 3-4 hari. Berbeda dengan pemanenan bayam cabut dan kangkung darat dilakukan secara langsung dengan mencabut tanaman beserta akarnya. Jenis sayuran seperti kol, sawi, selada atau seledri dipanen pada umur kurang lebih 2-3 bulan. Pada kacang-kacangan pemanenan dapat dilakukan dengan melihat kondisi polong kacangnya begitu juga pemanenan sayuran buah, boleh dilakukan panen jika kondisi buahnya telah memenuhi syarat dan sesuai selera pemiliknya. Oleh : Enung Karmina, SP(Penyuluh Pertanian Madya)