Loading...

PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DI DESA TAPIR

PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DI  DESA TAPIR
Pekarangan adalah sebidang tanah yang terdapat di sekitar bangunan rumah. Pekarangan selain berfungsi sebagai lahan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Pekarangan dengan luas 50-150 m2 apabila dikelolah dengan baik maka dapat mencukupi kebutuhan keluarga akan makanan bergizi seimbang dan aman. Pemanfaatan pekarangan perlu dilakukan secara optimal karena dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Kelebihan lain dari pemanfaatan pekarangan yaitu dapat dikelolah sendiri oleh ibu rumah tangga tanpa banyak menyita waktu dalam mengurus keluarga. Adapun beberapa manfaat pekarangan bagi keluarga yaitu : Sebagai upaya mengantisipasi kegagalan keseluruhan usaha tani. Membantu mengatasi masalah kekurangan pangandan memperbaiki gizi keluarga. Sebagai apotik hidup. Sebagai sumber pendapatan. Pengaturan Lahan Pekarangan Lahan pekarangan pada umumnya dapat dibedakan menjadi lahan pekarangan depan dan lahan pekarangan belakang. Halaman depan biasanya berbatasan langsung dengan jalan umum sehingga keindahan halaman tersebut harus bisa dinikmati oleh keluarga dan masyarakat umum. Pada halam depan umumnya terdapat pagar, jalan masuk, pohon pelindung dan tanaman hias. Agar pekarangan dapat memberikan keuntungan secara optimal, maka dalam pengelolaannya perlu menerapkan pola tanam. Penerapan pola tanam dapat membantu ibu rumah tangga ataupun keluarga yang lain memperoleh hasil panen yang berkesinambungan baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga maupun untuk dijual. Memilih Jenis Komoditas Untuk Pekarangan Komoditas yang dapat diusahakan di lahan pekarangan antara lain yaitu : tanaman, ternak dan ikan. Jenis tanaman yang bisa diusahakan yaitu : umbi-umbian (Ubi kayu, ubi jalar, talas), sayuran (terong, tomat, bayam, dll), tanaman obat ( kunyit, kumis kucing, temulawak, dll), buah-buahan (mangga, pepaya, sawo) dan tanaman hias. Jenis ternak yang bisa diusahakan dipekarangan yaitu : Ayam, itik, entok dan merpati. Sedangkan untuk perikanan dapat dibuat kolam untuk ikan air tawar seperti nila dan lele. Pemilihan komoditas yang akan diusahakan sebaiknya disesuaikan dengan manfaat dan fungsinya seperti : Untuk melestarikan lingkungan hidup Untuk memberi keindahan Sebagai peneduh atau pelindung dari sengatan matahari dan menambah kesegaran lingkungan Sebagai penghasil bahan makanan. Pengelolaan dan Pemeliharaan Tanaman Penggemburan dan Pemupukan Tanah Untuk menjaga kesuburan tanah maka dapat dilakukan penggemburan dan pemupukan tanah. Penggemburan tanah sebaiknya dilakukan 2 minggu sekali sedangkan pemupukan dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pemupukan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan pupuk organik seperti dari kotoran ternak maupun dedaunan yang telah membusuk. Penyiraman Penyiraman tanaman diperlukan untuk menjaga kesegaran tanaman terutama pada musim kemarau. Penyiraman sebaiknya dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida. Selain itu, untuk mencegah serangan hama dan penyakit maka perlu dilakukan penyiangan. Penyulaman dan Pemangkasan Penyulaman dilakukan untuk tanaman sayur-sayuran seperti tomat, cabai dan terong. Fungsi dari penyulaman yaitu untuk mengganti tanaman yang rusak / tidak tumbuh dengan baik sehingga lahan yang ada tidak kosong. Sedangkan pemangksan dilakukan untuk tanaman buah yang berpohon besar seperti mangga dan sawo. Pemangkasan sebaiknya dilakukan tiga kali setahun dengan cara membuang tunas daun/ pucuk baru agar zat makanan yang diserap tidak digunakan untuk pertumbuhan vegetatif tetapi untuk memperbesar buah. Pemeliharaan Ternak Ternak yang biasa dipelihara di pekarangan yaitu kelinci, ayam, itik, entok dan merpati. Ternak harus dikandangkan agar tidak mengganggu tanaman yang ada dan pemeliharaan bisa lebih intensif. Kesehatan ternak juga harus dijaga dengan cara melakukan vaksinasi ternak dan sanitasi kandang. Pemeliharaan Ikan Apabila air cukup tersedia, maka pada pekarangan dapat dibuat kolam ikan. Kolam ikan cukup dibuat sesederhana mungkin disesuaikan dengan luas pekarangan. Jenis ikan yang biasa dipelihara di kolam pkarangan yaitu : nila, lele, ikan mas dan tawes. Makanan ikan dapat diberikan dari makanan alami seperti plangton, ganggang, sisa-sisa dapur dan kotoran ternak selain itu dapat juga diberikan makanan pabrikan seperti pelet ikan. ( Penulis Titin Widya Puspasari,A.Md)