Loading...

Pemanfaatan Lahan Perkarangan

Pemanfaatan Lahan Perkarangan
PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN RUMAHPekarangan adalah areal tanah yang biasanya berdekatan dengan sebuah bangunan. Jika bangunan tersebut rumah maka, maka disebut pekarangan rumah. Pekarangan dapat beraada di depan, belakang atau samping banguna, tergantung seberapa luas sisa tanah yang tersedia setelah dipakai untuk bangunan utamanya. Budidaya sayuran di pekarangan rumah bukan merupakan hal yang baru. Praktek pemanfaatan demikian sudah lama dilakukan terutama di pedesaan. Namun demikian, seiring berjalannya waktu kebiasaan tersebut semakin ditinggalkan, dan banyak pekarangan di pedesaaan justru tidak dimanfaatkan, dibiarkan terlantar dan gersang. Bertolak belakang dengan kecendrungan di atas, jumlah penduduk akhir-akhir ini terus mengalami peningkatan sehingga kebutuhan bahan pangan pun semakin bertambah. Pemenuhan kebutuhan tersebut banyak menemui permasalahan, diantaranya adalah fenomena perubahan iklim global yang berpengaruh pada tingkat produksi dan distribusi bahan pangan, penyempitan lahan pertanian akibat penggunaan dibidang non pertanian, dan tingginya tingkat degradasi lahan sehingga menyebabkan berkurangnya hasil panen. Berdeda dengan lahan pertanian secara umum, pekarangan rumah memiliki luasan yang relatif sempit, bersentuhan langsung dengan penghuni rumah , serta memiliki peran yang sangat kompleks. Oleh sebab itu, pemanfaatannya dalam budidaya sayuran harus direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi optimal, baik dalam hal tingkat produksi maupun dalam pemanfaatan lainnya di rumah tangga.Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam budidaya sayuran di pekaranagn diantaranya adalah harus memiliki nilai estetika atau keindahan sehingga selain dapat dimakan juga dapat mempercantik halaman ruma, strategi yang dapat dilakukan diantaranya melalui pengaturan jenis, bentuk, dan warna tanaman, selain itu, model yang digunakan sebaiknya bersifat mobile atau mudah dipindahkan. Hal ini diperlukan guna mengantisipasi pemanfaatan dan penataan pekarangan. Model bididaya yang dapat memenuhi kriteria demikian adalah model budidaya secara vertikal atau vertikultur dan budidaya dalam pot. 1. JENIS SAYURANHampir semua jenis tanaman dapat ditanam dalam sistem vertikultur, pot dan bedengan. Diantaranya adalah bayam, kangkung, sawi, selada, seledri, cabai, tomat, terong, kacang panjang dan lain-lain. Namun demikian untuk budidaya vertikultur menggunakan wadah talang, bambu dan hidroponik yang dipasang secara horizontal kurang cocok untuk sayuran jenis buah seperti cabai, tomat, terong. Hal tersebut disebabkan dangkalnya wadah pertanaman sehingga tidak cukup kuat menahan tumbuh tegak tanaman. 2. PENYIAPAN WADAH PERTANAMAN� Vertikultur dari bambuPotong bambu sepanjang kurang lebih 120 cm, dengan pembagian 100 cm untuk wadah tanam dan 20 cm untuk ditanam ditanah. � Vertikultur dari talang sistem rakBuat serangkaian rak dengan tinggi kira-kira 1 m, lebar 1 m dan panjang sesuai kebutuhan. Atur empat rangkaian rak berundak, dengan jarak antara undakan adalah kira-kira 30 cmdan lebar masing-masing rak adalah 25-30 cm. Potong talang air dengan sesuai rangka rak yang dibuat lalu masing-masing ujung talang ditutup menggunakan penutup talang lalu dilekatkan menggunakan lem. Lubang dasar talang dengan bor atau pisau, diameter lubang kurang lebih 1 cm dan jarak lubang berkisar 15-20 cm. Isi talang menggunakan media tanam yang telah disiapkan dan lakukan penyusunan pada rak� Wadah potJenis pot yang digunakan dapat berupa pot plastik, ember, kaleng, pot gerabah, polybag dan lain-lain.� Wadah bedenganBedengan digunakan sebagai tepat penanaman.tujuannya untuk mencagah agar tanaman tidak tergenang pada musim hujan.Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan, untuk mempermudah perawatan dan pembuangan air. Lebar bedengan dibuat 110-120 cm karena digunakan untuk dua baris tanaman. Tinggi bedengan disesuaikan dengan musim. Bedengan dibuat lebih tinggi pada musim hujan dengan tujuan agar tanaman tidak tergenang air dalam waktu yang lama dan pembuanagan air nya lancar.3. PENYIAPAN MEDIA TANAMMedia tanam yang digunkaan merupakan campuran tanah, pupuk kandang atau kompos dan sekam bakar yang telah dihilangkan bongkahannya atau disaring menggunakan saringan kawat. Perbandingan media tanam adalah 1 bagian tanah, 1 bagian pupuk kandang dan 1 bagian sekam bakar.4. PENANAMANPenanaman di dalam rak vertikultur atau pot dilakukan setelah bibit memiliki daun sempurna 3-5 helai daun. Keluarkan bibit dengan hati-hati yaitu dengan cara menggunting wadah atau membalikkan wadah persemaian sehingga media dan pekarangan bibit tidak terganggu. Kemudian masukkan bibit ke dalam lubang tanam dan selanjutnya tutup lubang tanam menggunakan media tanam yang sebelumnya dikeluarkan pada saat membuat lubang tanam. Penulis: Lia Susanti Penyuluh BPP KOTA JANTHO