Lahan tidur diibaratkan sebagai lahan tambang yang belum tersentuh tangan manusia Karena kebanyakan lahan tidur hanya ditumbuhi semak-semak belukar dan rumput liar Sehingga sangat disayangkan apabila lahan yang dapat menghasilkan produk pertanian itu hanya dibiarkan saja dengan mengolah secara terpadul lahan tidur dapat ditanami tanaman pangan yang berkualitas tinggi. Produk ini dapat memenuhi pangan dalam negeri sehingga impor produk pertanian tidak seharusnya perlu karena dengan memanfaatkan lahan tidur petani dapat meningkatkan hasil pertanian yang yang dikelolanya sehingga dengan demikian yang memegang kendali peningkatan pertanian terletak sepenuhnya pada para petani sehingga perlu kesadaran petani untuk mengembangkan lahan-lahan tidur. Lahan-lahan tidur tidak hanya terletak pada desa-desa saja lahan kosong ini biasanya terdapat di tepi jalan tol maupun di dekat bangunan besar maupun di tengah-tengah kota dan biasanya lahan tidur ini milik pemerintah yang hanya dibiarkan begitu saja sehingga dengan memanfaatkan lahan tersebut akan menghasilkan rupiah dalam memilih lahan yang akan diolah terdapat kriteria yang harus dipersiapkan agar hasil yang didapatkan akan maksimal. kemudian biaya yang dihasilkan pun tidak terlalu membengkak adapun kriteria lahan tidur yang bagus untuk dikembangkan antara lain :a. Lahan tidak terlalu miringLahan tidur yang akan diolah sebaiknya tidak miring atau lebih dari 8 derajat karena dalam pengolahannya memerlukan pembuatan teras terlebih dahulu sehingga selain waktu yang terlalu lama dalam pengolahannya juga biaya yang di keluarkan juga tidak sedikit karena dalam pengembangan Agribisnis harus memperhatikan perbandingan waktu dan biaya dalam pengolahan lahannya sehingga dengan memilih lahan yang tidak terlalu miring pendapatan yang akan dihasilkanpun tinggi sehingga pengolahan lahan tidur bisa dilanjutkanb. Tanahnya gembur dan suburPemilihan lahan tidur bukan hanya lahan yang kosong saja tetapi tingkat kesuburan tanah dan jenis tanah perlu diperhatikan. Lahan yang tandus dan bercadas sebaiknya dihindari karena produktifitas yang dihasilkan tidak akan maksimal tetapi biaya pengoperasiolannya memakan biaya terlalu mahal sedangkan untuk mengenali tanah subur cukup mudah salah satu ciri jika tanah itu subur/biasanya pada lahan tersebut banyak ditumbuhi tanaman-tanaman liar selain itu dapat dilakukan dengan mengukur pH tanah dengan menggunakan analisis kertas lakmus untuk tanah yang baik pH tanah berkisar antar 6,8-7,2 atau disebut dengan pH tanah netral.c. Lahan tidak menjadi langganan banjirUntuk memaksimalkan keuntungan dan menghindari gagal panen sebaiknya lahan tidur yang akan digunakan tidak terdapat pada daerah yang menjadi langganan banjir lahan yang sering terkena banjir biasanya sulit untuk menghasilkan produktivitas tinggi selain itu pada waktu musim tanam terkena banjir atau pada waktu menjelang panen tiba-tiba lahan tersebut terkena banjir sehingga bukan keuntungan yang didapatkan melainkan kerugian.Tanaman yang cocok untuk dibudidayakan di lahan tidur adalah tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air yang terlalu banyak hal ini dikarenakan lahan tidur biasanya hanya mengandalkan air hujan atau dapat disebut dengan teknik sistem tadah hujan. Oleh karena itu lahan tidur biasanya ditanami tanaman yang tahan terhadap daerah yang kering. Tanaman tersebut meliputi kedelai, jagung, kacang tanah, kacang hijau, singkong, ubi jalar, dan padi gogo dari tanaman tersebut seperti jagung, singkong, ubi jalar dapat menjadi alternatif pengganti beras sebagai makanan pokok. Kemudian tanaman padi gogo bisa membantu ketersediaan beras yang ada di Indonesia lalu tanaman yang lainnya merupakan tanaman yang berkualitas tinggi dan harga jual yang masih menjanjikanKhusus untuk tanaman kedelai terkait dengan pemanfaatan lahan tidur perlu memperhatikan cara penanaman budidaya kedelai secara maksimal mulai dari pembibitan sampai panen.a. PembibitanUntuk mendapatkan hasil panen yang baik maka benih yang digunakan harus berkualitas baik artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya bersih dari kotoran dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit. Benih yang ditanam juga harus merupakan varietas unggul yang berproduksi tinggi/berumur genjah/pendek dan tahan terhadap serangan hama penyakit beberapa varietas unggul kedelai adalah: Wilis, Galunggung, Burangrang. b. Penyiapan BenihPada tanah yang belum pernah ditanami kedelai sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan, tanah, kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum). Pada tanah yang sudah sering ditanami dengan kedelai atau kacang-kacangan lain berarti sudah mengandung bakteri tersebut bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara.c. Teknik Penyemaian BenihPenanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang atau dengan memperpendek jarak tanam jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu.d. Pemindahan BibitKetika memindah bibit perlu memperhatikan cara-cara yang baik dan benar pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman sehingga pada saat bibit telah ditanam maka akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan bahkan mati e. Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi, pemupukan tidak diperlukan. Pada tanah yang kurang subur, pemupukan dapat menaikkan hasil. Dosis pupuk secara Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut:a) Sawah kondisi tanah subur: pupuk Urea=50 kg/ha.b) Sawah kondisi tanah subur sedang: pupuk Urea=50 kg/ha, TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha. Sawah kondisi tanah subur rendah: pupuk Urea=100 kg/ha, TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha.c) Lahan kering kondisi tanah kurang subur: pupuk kandang=2000-5000 kg/ha; Urea=50-100 kg/ha, TSP=50-75 kg/ha dan KCl=50-75 kg/ha.F. Ciri dan Umur PanenPanen kedelai dilakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning/tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit, lalu gugur/buah mulai berubah warna hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak/atau polong sudah kelihatan tua/batang berwarna kuning agak coklat dan gundul//Panen yang terlambat akan merugikan/karena banyak buah yang sudah tua dan kering, sehingga kulit polong retak-retak atau pecah dan biji lepas berhamburan. Disamping itu, buah akan gugur akibat tangkai buah mengering dan lepas dari cabangnya//Perlu diperhatikan umur kedelai yang akan dipanen yaitu sekitar 75-110 hari/tergantung pada varietas dan ketinggian tempat. Perlu diperhatikan, kedelai yang akan digunakan sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari, sedangkan untuk dijadikan benih dipetik pada umur 100-110 hari, agar kemasakan biji betul betul sempurna dan merata. Sundari, SST (BBP2TP)Sumber : Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Tanaman Pangan. Jakarta, Penebar Swadaya Email : sunburase@yahoo.com