Pupuk memegang peranan penting dalam budidaya tanaman terutama bagi kondisi lahan pertanian yang telah banyak mengalami kerusakan dan penurunan kesuburan. Kompos sangat menguntungkan, memperbaiki produktivitas, kesuburan tanah, murah, mudah dapat dibuat sendiri. Pupuk organik bisa dikomersilkan sehingga bisa meningkatkan pendapatan petani.Dengan termanfaatkannya limbah peternakan diperoleh dua keuntungan yaitu mengurangi resiko pencemaran lingkungan dan produk yang dihasilkan dapat dipergunakan sebagai pupuk organik. Diharapkan dengan meningkatnya kemampuan peternak dalam mengelola limbah peternakan dapat mengatasi kelangkaan persediaan pupuk. Seperti yang sudah dilaksanakan oleh Kelompok Mekar Sari, digawangi oleh peternak bernama Sutikno yang beralamat di Jl. Hang Nadim Gang Nurul Yakin Dusun Mulia Baru Kampung Tualang Kecamatan Tualang yang mulai beternak sejak tahun 2006 sampai sekarang. Pada awal mulai beternak sutikno memelihara beberapa ekor sapi saja, pemeliharaan sapi bertujuan untuk penggemukan. Limbah kotoran yang dihasilkan oleh sapi ditumpuk di sekitar kandang, dibiarkan berbulan-bulan sampai mengering. Berkat keuletan dan ketekunannya dalam memelihara ternak, sapi sutikno bertambah populasinya, secara perlahan namun pasti menarik minat orang lain untuk menggaduhkan sapi mereka pada sutikno untuk dipelihara. Dengan sistem bagi hasil populasi sapi bertambah dari 4 ekor menjadi 38 ekor, alhasil limbah yang dihasilkan tiap hari semakin banyak. Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan memberikan bantuan Rumah Kompos pada tahun 2010 kepada Kelompok Mekar Sari. Bantuan yang diberikan berupa satu unit bangunan untuk melaksanakan pengolahan kompos menjadi pupuk organik siap pakai, 3 unit Alsintan masing-masing mesin penghancur/penggiling, mesin pengayak dan mesin granullar. Sebelum diproses menjadi pupuk kompos, kotoran sapi yang tertampung di lantai kandang dibiarkan bercampur dengan sisa pakan rumput yang tidak dimakan sapi. Untuk menghilangkan bau menyengat dari kotoran dan urine sapi ditaburkan Stardeck pada kotoran tersebut. Keuntungan yang didapat dari perlakuan ini adalah terjadinya proses fermentasi pada kotoran tersebut yang mempercepat proses dekomposisi atau penguraian kotoran menjadi pupuk kandang. Berkurangnya bau limbah dari lokasi kandang ternak sapi ini juga karena adanya perlakuan penaburan probiotik starbio pada ransum yang diberikan untuk sapi. Disamping meningkatkan nafsu makan sapi, pemberian probiotik starbio menyebabkan kotoran yang dihasilkan tidak menimbulkan bau menyegat. Dengan adanya perlakuan seperti ini usaha peternakan sapi bisa berjalan aman di tengah pemukiman keluarga dan warga di sekitarnya tanpa menimbulkan masalah.Setiap hari Rumah Kompos Mekar Sari bisa menghasilkan 1 ton pupuk organik granular/pellet bahkan lebih tergantung jumlah permintaan konsumen dan ketersediaan bahan baku kotoran ternaknya. Disamping memproduksi pupuk padat, sekarang rumah kompos mekar sari juga menyediakan pupuk urine cair. Kesuksesan yang diraih oleh Sutikno dalam mengelola Rumah Kompos bisa terlaksana karena selalu berkoordinasi dengan instansi terkait terutama dengan PPL dan Petugas Kesehatan Hewan. #AS