Loading...

PEMANFAATAN LIMBAH JAGUNG SEBAGAI SUMBER PAKAN BAGI TERNAK

PEMANFAATAN LIMBAH JAGUNG SEBAGAI SUMBER PAKAN BAGI TERNAK
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas serealia yang mempunyai peran yang strategis dan berpe-luang untuk dikembangkan kare-na perannya sebagai sum-ber utama karbohidrat dan protein setelah beras. Hampir semua bagian tanaman jagung dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan Batang dan daun tanaman yang masih muda dapat digunakan sebagai pakan ternak, tanaman yang telah di panen dapat digunakan untuk pembuatan pakan atau pupuk organik. Kebutuhan bahan baku pakan di Indonesia sangat besar. Komposisi formula ransum pakan terdiri dari 40-50% jagung dan sisanya dari bungkil kedelai. Dengan asumsi kebutuhan pakan 15 juta ton maka diperlukan substitusi jagung antara 7-7,5 juta ton. Tingkat konsumsi jagung untuk pakan ternak tertinggi di Indonesia adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Untuk memenuhi kebutuhan pakan yang terus meningkat maka penggunaan limbah tanaman jagung merupakan salah satu alternatif terbaik.Limbah tanaman jagung sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pakan, tetapi hanya untuk ternak ruminansia karena tingginya kandungan serat. Jerami jagung merupakan bahan pakan penting untuk sapi pada saat rumput sulit diperoleh, terutama pada musim kemarau. Jerami jagung yang diawetkan dengan pengeringan matahari menghasilkan berbagai macam produk sampingan yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Jenis Limbah Jagung Potensial Untuk Pakan Ternak Ada beberapa istilah lokal Indonesia/daerah untuk berbagai macam limbah tanaman jagung atau hasil samping industri berbasis bahan dasar jagung. Istilah-istilah ini perlu diketahui seperti : 1) Tebon jagung adalah seluruh tanaman jagung termasuk batang, daun, dan buah jagung muda yang umumnya dipanen pada umur tanaman 45 – 65 hari. Ada pula yang menyebut tebon jagung tanpa memasukkan jagung muda kedalamnya. Biasanya petani jagung seperti ini bekerja sama dengan peternak besar, petani hanya menanam jagung sebagai hijauan dan pada umur tertentu (masih dalam tahap baru berbuah atau tahap buah muda) seluruh tanaman jagung dipangkas dan dicacah untuk diberikan langsung ke ternak dan atau dimasukkan ke dalam tempat tertutup untuk dibuat silase, 2) Jerami jagung/brangkasan adalah bagian batang dan daun jagung yang telah dibiarkan mengering di ladang dan di panen ketika tongkol jagung dipetik. Jerami jagung seperti ini banyak diperoleh di daerah sentra tanaman jagung dengan tujuan untuk menghasilkan jagung bibit atau jagung untuk keperluan industri pakan, bukan untuk dikonsumsi sebagai sayur, 3) Kulit buah jagung/klobot jagung adalah kulit luar buah jagung yang biasanya dibuang. Kulit jagung manis sangat potensial untuk dijadikan silase karena kadar gulanya cukup tinggi, 4) Tongkol jagung/ janggel adalah limbah yang diperoleh ketika biji jagungdirontokkan dari buahnya. Akan diperoleh jagung pipilan sebagai produk utamanya dan sisa buah yang disebut tongkol atau janggel.Selain limbah tanaman jagung, hasil samping dari industri jagung juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak. Industri berbasis bahan dasar biji jagung di Indonesia masih terbatas sehingga limbah industri yang dihasilkan juga terbatas. Sedangkan di luar negeri, hasil samping industri jagung semacam ini lebih beragam tergantung dari sistem penggilingan dan proses dalam industri tersebut.Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.comSumber Bacaan :1. Bunyamin Z, Roy Efendi dan N.N. Andayani. 2013. Pemanfaatan limbah jagung untuk industri pakan ternak. Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian 2013. Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros.2. Sumber gambar berasal dari jogja.solopos.com.