Loading...

Pemanfaatan Limbah Kotoran Ayam Pedaging Di Kecamatan Kaligesing

Pemanfaatan Limbah Kotoran Ayam Pedaging  Di Kecamatan Kaligesing
Budidaya ternak ayam pedaging pada umumnya akan menyisakan masalah yang serius terutama dalam hal limbah. Karena usaha peternakan ayam masuk dalam peringkat kedua terbesar sebagai penyumbang emisi gas amonia di atmosfer. Sumbernya berasal dari kotoran ayam yang dihasilkan. Meski penanganan bau kotoran sampai saat ini masih terus diupayakan, peternak juga perlu memikirkan cara menangani limbah kotoran ayam jika sudah mulai menumpuk banyak di kandang. Secara umum, yang termasuk ke dalam jenis limbah peternakan ayam ada 3 macam, yaitu limbah kotoran/feses murni, limbah kotoran campur sekam, dan limbah sekam saja. Limbah kotoran murni biasanya diperoleh dari ayam yang dipelihara pada kandang baterai atau kandang panggung. Sedangkan limbah kotoran campur sekam berasal dari kandang postal, terdiri dari 75% kotoran ayam dan 25% sekam. Yang dimaksud limbah sekam adalah limbah yang lebih banyak mengandung sekam dibanding kotoran ayam. Sampai saat ini limbah kotoran ayam lebih banyak digunakan langsung dalam bentuk segar. Jadi, kotoran ayam dari kandang langsung digunakan oleh petani tanpa diolah terlebih dahulu. Memang tidak ada yang salah dengan hal ini. Namun alangkah lebih baik jika limbah kotoran yang dihasilkan bisa kita olah terlebih dahulu, sehingga manfaat lebih tinggi. Terlebih jika limbah kotoran segar tidak laku dijual, maka tindakan pengolahan ini bisa menjadi jalan keluar untuk menghindari penumpukan kotoran dan timbulnya bau serta lalat di kandang. Berbagai alternatif pengolahan limbah dapat dilakukan oleh para peternak mulai dari proses yang paling sederhana sampai yang sudah menggunakan inovasi-inovasi baru sehingga limbah peternakan ayam pedaging tidak berdampak negative pada lingkungan bahkan bisa memberikan penghasilan tambahan. Pengolahan sederhana yang bisa diterapkan untuk limbah kotoran ayam adalah proses pengayakan. Jadi prosesnya, kotoran ayam yang kasar digiling terlebih dahulu baru kemudian diayak. Kotoran kandang hasil ayakan ini bisa langsung digunakan menjadi pupuk dengan ditebar di sawah atau ladang karena strukturnya lebih halus. Sementara sisa kotoran kasarnya dipisahkan dan dilakukan proses lebih lanjut. Bentuk olahan limbah kotoran ayam selanjutnya adalah pupuk bokashi. Pupuk bokashi merupakan pupuk kompos yang dibuat dengan cara fermentasi. Bahan pembuat pupuk bokashi ini antara lain kotoran ayam 100 kg, arang sekam 20 kg, dedak 5 kg, gula pasir 10 sendok makan, starter cair (bahan pemacu mikroorganisme) 10 sendok makan, dan air (± 20 liter). Limbah kotoran ayam yang digunakan sebaiknya kotoran ayam murni/kandungan sekamnya sedikit dan belum dikeringkan. Proses pembuatannya diawali dengan membuat 2 macam campuran, yaitu campuran padat (kotoran ayam, arang sekam, dedak) dan campuran cair (gula, starter, air). Setelah itu campuran cair disiramkan pada campuran padat sambil diaduk hingga merata. Kemudian semua campuran ditimbun di atas lantai yang kering dengan ketinggian 30 cm dan ditutup dengan karung goni. Biarkan selama kurang lebih 1 minggu agar proses fermentasi berjalan. Suhu fermentasi maksimal 45oC. Apabila melebihi suhu tersebut, aduk campuran dengan cangkul agar suhunya turun. Setelah 1 minggu, buka karung goni dan kering anginkan pupuk selama 3-4 hari. Pupuk bokashi pun siap digunakan. Pengolahan limbah kotoran ayam berikutnya adalah dibuat menjadi biogas. Biogas terbentuk dari hasil penguraian kotoran hewan oleh mikroorganisme yang terdiri atas karbondioksida (30-40%), hidrogen (1-5%), metana (50-70%), uap air (0,3%), nitrogen (1-2%), dan hidrogen sulfat (endapan). Gas metana sebagai komponen terbesar dapat dimanfaatkan untuk memasak dan pemanas brooding. Pada dasarnya, biogas dapat diolah dari berbagai macam kotoran. Yang lebih sering digunakan adalah kotoran sapi. Meski begitu, kotoran ayam pun bisa dipakai hanya masih sangat jarang diaplikasikan karena membutuhkan volume kotoran ayam yang cukup banyak dan kontinyu, serta investasinya cukup tinggi.Oleh : Arnita EC .S.TPBPP Kec.Kaligesing DINPPKP Purworejo