Pemanfaatan Limbah Penyulingan Sereh Wangi (Bagian 3. Sebagai Bahan Pupuk Organik)
Dengan semakin sulitnya dalam mendapatkan pupuk dan meningkatnya harga pupuk akibat berkurangnya subsidi pupuk membuat petani kesulitan dalam menyediakan pupuk. Untuk itu perlu dicari alternatif pengganti pupuk dengan biaya murah, mudah didapat dan tidak mengurangi produksi tanaman salah satunya menggunakan pupuk organik.Pupuk organik mengandung zat nutrisi yang lengkap meski kadarnya tidak setinggi pupuk buatan. Pupuk organik mampu meningkatkan kesuburan tanah karena mempunyai daya serap yang tinggi terhadap air tanah, berpengaruh positif terhadap hasil tanaman dan dapat memperbaiki sifat-sifat fisik tanah seperti struktur atau agregasi, sehingga memiliki daya simpan air yang lebih baik (D. Setyorini, R Saraswati dan E. K. Anwar, 2006)Limbah sereh wangi biasanya juga digunakan sebagai bahan bakar pada proses penyulingan. Abu sisa pembakaran daun sereh wangi dapat langsung digunakan sebagai pupuk organik. Pada penelitian yang dilakukan oleh Eliza Mayura dan Herwita Idris dalam Journal of Applied Agricultural Science and Technology. 2019. Bahwa pemberian/pemupukan menggunakan abu sisa pembakaran daun sereh wangi dalam dosis tertentu dapat meningkatkan produksi kacang tanah secara signifikan.Selain abunya yang langsung digunakan sebagai pupuk organik, daun sisa penyulingan sereh wangi ini juga dapat digunakan sebagai bahan baku kompos. Penggunaan kompos sebagai pupuk organik akan lebih baik, karena kompos akan lebih meningkatkan unsur hara tanah dan memperbaiki struktur tanah. Di bawah ini akan kita terangkan cara membuat kompos dari daun limbah penyulingan sereh wangi.Alat dan bahan yang kita butuhkan untuk pembuatan kompos yaitu :Daun limbah penyulingan sereh wangi, sebisa mungkin daun tersebut di potong-potong atau dicacah agar menjadi partikel yang lebih kecil, fungsinya agar lebih homogen ketika dicampur dengan bahan-bahan lainnya.Kotoran ternak, boleh sapi, kambing, atau ayam.Dekomposer, yang biasanya berupa bubuk atau cair, berisi mikroba-mikroba yang akan mempercepat proses pelapukan dan mengurai unsur-unsur yang ada pada bahan pembuat kompos sehingga nantinya akan lebih mudah diserap oleh tanaman. Dekomposer ini bisa didapat denga cara membeli seperti EM4 atau membuat sendiri yang biasa disebut dengan MOL (Micro Organisme Lokal).Plastik atau karung bekas untuk menutup bahan komposCara membuat :Hamparkan daun limbah penyulingan sereh wangi dengan ketebalan 10-15cm kemudian semprotkan atau taburkan dekomposer ke atas lapisan tersebut.Buatlah lapisan kedua dengan pupuk kandang dengan ketebalan yang sama atau lebih tipis sesuai dengan ketersediaan bahan. Lalu semprotkan atau taburkan kembali dengan menggunakan dekomposer.Lakukan proses pertama dan kedua sampai bahan baku habis.Setelah proses pertama sampai ketiga selesai, tutuplah dengan menggunakan plastik atau karung, sebaiknya menggunakan plastik karena akan mempercepat proses fermentasi.Setelah satu minggu, lakukan pengadukan pada bahan-bahan tersebut, setelah tercampur rata tutup kembali dengan menggunakan plastik.Lakukan poses kelima pada minggu kedua dan ketiga. Setelah minggu keempat kompos tersebut sudah jadi dan dapat dimanfaatkan pada tanaman yang membutuhkan.Demikianlah cara pembuatan kompos dari daun limbah penyulingan sereh wangi.