Loading...

Pemanfaatan Limbah Pertanian Untuk Pakan Ternak (silase) Alternatif Pada Musim Kemarau

Pemanfaatan Limbah Pertanian Untuk Pakan Ternak (silase) Alternatif Pada Musim Kemarau
Pakan ternak ruminsia dari dulu terkenal hanyalah hijauan saja baik dari famili rumput rumputan maupun dari tanaman pohon. Tekhnologi pakan ternak mulai berkembang seiring dengan adanya kebijakan bagaimana untuk meningkatkan swasembada daging dan bisa mencukupi kebutuhan daging dalam negeri. Inovasi tekhnologi dalam pakan ternak dilakukan yaitu agar pakan bisa tersedia sepanjang waktu dan bukan hanya musim penghujan saja tapi di musim kemarau bisa tercukupi. Dalam poin utama untuk penyediaan daging nasional selain terdapat program ekstensifikasi yaitu peningkatan jumlah ternah melalui program inseminasi buatan (ib) makan juga dilakukan program intensifikasi melalui peningkatan bobot ternak degan perbaikan ransum makanan. Penyediaan ransum makanan dilakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah pertanian yang ada dengan kandungan nilai gizi leih baik dari pada pakan hijauan. Bahan bahan untuk membuat pakan ternak (silase) dari limbah pertanian antara lain, jerami kering limbah dari panen padi yang dipotong atau dicacah, dedak padi, molasis, probiotik dan air. peralatan untuk membuat antara lain, ember dan kantong plastik. Cara membuat pakan ternak yaitu, pertama, susun jerami dengan rapi didalam kantong plastik lalu taburkan dedak padi diatasnya secara merata kemudian campur 1 sampai 2 tutup botol molasis dengan air dalam ± 5 lt air lalu masukkan probiotik 1 sampai 2 tutup botol, aduk sampai rata. Kedua, hasil campuran larutan probiotik disiramkan ke permukaan bahan hingga keadaan agak basah sempurna kemudian tutup dengan plastik yang berisi bahan dengan rapat, jangan sampai ada udara yang masuk, biarkan silase selama 5 hari. ciri-ciri dilase jerami padi berhasil adalah tekstur lembut, warna coklat terang dan berbau tape. silase rusak apabila berbau busuk dan berwarna coklat kehitam-hitaman. Penulis : drh. Ach Choirul UmamAdmin BPP Sokobanah : Yuli Kurniawati, SP