Loading...

PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK UNTUK TRICHOKOMPOS

PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK UNTUK TRICHOKOMPOS
Rabu, 11 Maret 2020 Dalam rangka menggiatkan Kelompok Tani agar mau menggunakan dan memanfaatkan Limbah Ternak untuk mengolah pupuk kompos yang banyak tersedia di lingkungan kelompok tani, maka pemerintah dalam hal ini Balai Penyuluhan Pertanian Sendana yang pimpin oleh SYAMSUDDIN, SP.MP. baru baru ini melaksanakan praktik dan pendampingan Pembuatan Trichokompos dari limbah Ternak Unggas kepada anggota Poktan Bunga Coklat Kel. Purangi Kec. Sendana Kota Palopo yaitu pada hari Rabu 11 Maret 2020. BPP Sendana sebagai ujung tombak penyuluhan yang berada di kecamatan dan sebagai basis penyuluh pertanian mengembangkan kegiatan pelatihan pembuatan trichokompos langsung di lahan petani dengan memanfaatkan ruang dan tempat yang ada. Selama ini petani memanfaatkan kotoran ternak campur sekam tanpa melalui proses fermentasi terlebih dahulu petani langsung mengaplikasikan pupuk kandang yang mereka miliki langsung ke lahan pertanaman sayuran tanpa adanya proses pengolahan/dekomoposisi. Dimana cara seperti ini memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman antara lain pertumbuhan awal tanaman tidak normal, banyak menimbulkan bibit penyakit yang berasal dari pupuk kandang sebagai vektor pembawa bibit penyakit tanaman, karena pupuk kandang yang mentah/belum mengalami proses penguraian banyak mengandung bibit penyakit yang berasal dari jamur maupun bakteri. Juga cenderung membawa bibit rumput/gulma pengganggu tanaman, karena biji rumput yang terbawa dalam pupuk kandang dapat bertahan dan nantinya akan tumbuh di lahan pertanaman pada saat penyebaran pupuk kandang. Praktek dan pendampingan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompoktani dalam mengolah limbah ternak dan bahan organic lainnya menjadi trichokompos. Diketahui bahwa Trichokompos efektif sebagai penggembur tanah, penyubur tanaman, merangsang pertumbuhan anakan, bunga dan buah. Selain itu, pupuk organik tersebut juga sebagai pengendali penyakit, seperti penyakit layu, busuk batang dan daun. Penulis : NURHAYATI A, SP (Penyuluh Pertanian Madya)