Loading...

PEMANFAATAN MIKROBA TANAH

PEMANFAATAN MIKROBA TANAH
Keberhasilan peningkatan peran mikroba tanah yang bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil suatu tanaman perlu ditunjang langkah berikut:1.Seleksi isolat unggul. Isolat yang diperoleh harus diseleksi keunggulannya dengan menguji efektivitas terhadap pertumbuhan tanaman. Seleksi bakteri penambat N dapat melalui uji kuantitas N yang ditambatnya dengan metode reduksi asetilen. Mikroba pelarut fosfat diseleksi berdasarkan pelarutan P tidak larut secara kualitatif (zona bening) dan kuantitatif (jumlah P tersedia/terlarut). CMA diseleksi berdasarkan besarnya derajat infeksi pada akar atau peningkatan serapan P tanaman dibanding kontrol.2. Perbanyakan isolat yang unggul sebagai inokulan dalam carrier /pembawa yang cocok. Populasi mikroba yang akan digunakan sebagai produk inokulan harus tinggi (> 108 CFU/ g media) atau inokulan mikorizamengandung spora >50 buah/gram carrier.3. Viabilitas mikroba tetap tinggi pada saat diaplikasikan. Kontrol viabilitas perlu dilakukan selama masa penyimpanan produk inokulan. Pada umumnya kualitas inokulan yang sudah dikemas akan menurun setelah masa simpan 6bulan.4. Aplikasi dilapangan harus tepat baik waktu, dosis dan caranya. Inokulasi mikroba yang bermanfaat akan lebih efektif bila dilakukan bersamaan dengan penanaman benih sehingga mikroba tersebut akan segera mengkolonisasi benih yang berkecambah. Dosis yang digunakan harus sesuai dengan anjuran pada kemasannya. Dosis yang tepat dapat mendukung keberhasilan dominasi mikroba introduksi di rhizosfer tanaman. Cara pemberian inokulan selain bersamaan dengan benih (seed inoculation) dapat pula dilakukan di pembibitan (seedling inoculation). Balai Penyuluhan Pertanian Kec.Boja Pustaka Avivi, S .2001. Sistem Pertanian Organik: Berdasarkan Standar CODEX dan Prosedur Sertifikasinya. Jurnal Agribisnis, Volume V, No 2. Jakarta.