NUR BAYTI BACHTIAR, SP, M.Si Penyuluh Pertanian Muda Desa Botteng Utara Kec. Simboro Kabupaten Mamuju Mulsa adalah material penutup tanaman budidaya yang dimaksudkan untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit sehingga membuat tanaman tersebut tumbuh dengan baik. Mulsa dapat didefinisikan sebagai setiap bahan yang dihamparkan untuk menutup sebagian atau seluruh permukaan tanah dan mempengaruhi lingkungan mikro tanah yang ditutupi. ( Imam junaidi, 2013) Kebiasaan petani biasanya membakar jerami setelah panen padi selesai. Mereka berpendapat membakar jerami adalah cara yang tepat membersihkan lahan. Membakar jerami dianggap mampu menekan biaya dan waktu dalam membersihkan lahan paska panen. Karena pembersihan lahan bisa dilakukan dengan cepat dan petani tidak perlu lagi menggunakan herbisida untuk mengatasi gulma. Petani beranggapan bahwa abu sisa pembakaran jerami dapat menyuburkan tanah. Namun pernahkah kita berpikir? bahwa dengan membakar jerami unsur hara yang terkandung akan hilang dan asap pembakaran jerami dapat menimbulkan polusi udara. Jerami bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik atau penutup bedengan pengganti mulsa plastik, karena mulsa alami dari bahan jerami lebih ekonomis (murah), mudah didapatkan, dan dapat terurai sehingga menambah kandungan bahan organik dalam tanah. Selain digunakan sebagai pakan ternak, limbah jerami juga bisa kita manfaatkan sebagai mulsa jerami untuk menutupi permukaan bedengan pada tanaman hortikultura. Contohnya pada tanaman cabai, yang selama ini petani menggunakan mulsa plastik, selain biaya mulsa plastik lebih mahal juga tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, dengan penggunaan jerami sebagai mulsa tentu memiliki keunggulan tersendiri di bandingkan mulsa plastik karena bahan organik diperlukan untuk mempertahankan kesuburan tanah dengan menjaga dan meningkatkan fungsi mikroorganisme di dalam tanah sehingga dapat meningkatkan ketersediaan hara dalam tanah dan meningkatkan efektivitas pemupukan sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman khususnya tanaman cabe. Sedangkan jenis varietas benih cabai yang di gunakan adalah benih cabe kopay, yang punya daya tahan cukup baik terhadap serangan virus kuning atau gemini. Penggunaan mulsa jerami pada tanaman cabe akan lebih baik apabila di sertai dengan penyemprotan agen hayati Tricoderma cair pada permukaan jerami setelah ditebarkan di bedengan. Tujuannya agar mulsa jerami mudah terurai menjadi kompos serta menjaga tanaman dari serangan jamur patogen pembawa penyakit. Jamur patogen yang biasa menyerang tanaman cabe adalah cendawan patogen, mengingat jerami merupakan salah satu tempat favoritbagi pertumbuhan cendawan patogen. Beberapa jenis cendawan patogen seperti Fusarium oxiporum banyak di temukan pada sisa-sisa pelapukan jerami. Cendawan ini tentu kurang baik bagi pertumbuhan tanaman cabe, cendawan Fusarium oxiporum meyebabkan tanaman layu dan mati yang di kenal dengan layu Fusarium. Untuk mengatasi hal tersebut, maka perlu dilakukan pencegahan, salah satunya dengan menerapkan aplikasi Tricoderma dengan langkah sebagai berikut : (1) letakkan jerami pada permukaan bedengan secara merata, (2) sebaiknya gunakan jerami yang masih baru agar tahan lebih lama, (3) pemberian jerami jangan terlalu dekat dengan batang tanaman, minimal 10 cm, (4) menjelang penanaman, semprotkan Tricoderma secara merata pada jerami, (4) Agar aman dari serangan patogen cendawan Fusarium, semprokkan Tricoderma seminggu sekali Pemanenan bisa dilakukan setiap 2-5 hari sekali, disesuaikan dengan kondisi kematangan buah dan pasar. Buah cabe sebaiknya dipetik sekaligus dengan tangkainya untuk memperpanjang umur simpan. Buah yang dipetik adalah yang berwarna oranye hingga merah. Lakukan pemetikan pada pagi hari. Produktivitas budidaya cabe merah biasanya mencapai 10-14 ton per hektar, tergantung dari varietas dan teknik budidayanya. Pada budidaya yang optimal, potensinya bisa mencapai hingga 20 ton per hektar. Budidaya cabe merah mulai bisa dipanen setelah berumur 75-85 hari setelah tanam. Proses pemanenan dilakukan dalam beberapa kali, tergantung dengan jenis varietas, teknik budidaya dan kondisi lahan. Sumber : https://b6penyuluhanfapetub2017.wordpress.com/ https://www.agrotani.com/pengertian-jerami-organik/ http://sitikhofsya.blogspot.com/2012/12/mulsa-organik.html https://alamtani.com/budidaya-cabe-merah/ https://indonesiabertanam.com/2016/09/04/keuntungan-menggunakan-mulsa-jerami-pada-budidaya-cabe-merah/