Ada beberapa permasalahan terkait dengan pakan ternak. Pertama, mutu pakan yang variatif (cenderung kurang) karena pakan kebanyakan merupakan limbah lignoselulolitik dengan kadar Total Digestible Nutrient (TDN) dan protein yang rendah. Kedua, produksi pakan musiman (seasonal movement), umumnya produksi akan menurun ketika musim kemarau, yaitu pada bulan April hingga September. Pada bulan tersebut peternak akan kesulitan mendapatkan rumput lapang atau penurunan produksi pada hijauan yang dibudidayakan sehingga produksi yang berlimpah pada musim hujan perlu diawetkan/disimpan untuk digunakan pada musim kemarau. Secara ringkas kebutuhan teknologi yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah teknologi terpadu meliputi pengolahan pakan, pengawetan, pengemasan, transportasi, dan komersialisasi. Hasil pengkajian BPTP Sulawesi Selatan pemberian pakan limbah pertanian hasil fermentasi dengan Mikro Organisme Lokal (MOL) pada sapi penggemukan memperlihatkan bahwa pertambahan berat badan yang diperoleh tertinggi (0,236 kg/hari) dari ternak diberikan pakan jerami padi meskipun tidak berbeda nyata dengan ternak yang diberikan pakan jerami jagung dan pucuk tebu, tetapi berbeda sangat nyata dengan ternak yang diberikan rumput alam (Kontrol). Konversi pakan terendah juga diperoleh pada perlakuan pakan jerami padi. Salah satu solusi permasalahan di atas adalah dengan memberikan pakan fermentasi. Adapun kelebihan pakan fermentasi tersebut antara lain : Membantu memperbaiki sistem pencernaan pada ternak; Membantu meningkatkan produksi susu pada kambing/sapi ; Membantu meningkatkan selera makan ternak, sehingga dapat mempercepat penambahan bobot secara alami pada ternak penggemukan; Pakan fermentasi memiliki daya simpan lebih lama, sehingga dapat dikeluakan saat musim kemarau panjang. Dalam pembuaatan pakan fermentasi , disiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan. Bahan Fermentasi Pakan Ternak Jerami padi : 1 ton. Molases/gula : 6 Kg. Bioaktivator : 10 Liter Air secukupnya. Alat Fermentasi Pakan Ternak Alat pencacah atau pisau. Drum penyimpan fermentasi Alat pengaduk Terpal/alas untuk menaruh bahan. Cara pemembuatan pakan fermentasi Cacah jerami terlebih dahulu Layukan jerami dengan cara diangin-anginkan dibawah sinar matahari hingga kadar airnya menurun sebanyak 60% atau selama satu hari. Tumpuk jerami setebal 20-30 cm. Tebar molases/gula, bioaktivatordan air secara merata dan terus tambahkan secukupnya. Ratakan semua bahan hingga terasa lembab namun tidak terlalu basah. Pastikan juga teksturnya sudah sesuai, kemudian ratakan hingga merata. Tumpuk kembali jerami yang sudah lembab dengan jerami baru, kemudian berikan perlakuan yang sama dengan sebelumnya. Lakukan hal yang sama hingga tumpukan jerami mencapai ketinggian 1,5 meter. Simpan jerami yang sudah siap untuk difermentasi selama 21 hari secara tertutup. Usahakan tidak ada udara yang dapat masuk kedalam campuran jerami agar tidak terjadi kontaminasi bakteri lain dari udara. Karena proses ini adalah proses anaerob. Setelah disimpan selama 21 hari, pakan fermentasi yang sudah siap diberikan. Setelah mengambil pakan fermentasi sesuai kebutuhan, jangan lupa untuk menutup rapat agar kualitas pakan fermentasi tetap baik. Pakan fermentasi ini dapat disimpan selama berbulan-bulan selama penyimpanannya baik. Penulis : Ir. Sumijan (Penyuluh Pertanian Madya) BPP Mitra Tani Sambutan Kota Samarinda