Masa pandemi Covid 19 memaksa masyarakat untuk tinggal dirumah, bahkan sebagian harus rela kehilangan pekerjaan. Kondisi ini tentunya berimbas pada kehidupan social ekonomi masyarakat. Bagi sebagian masyarakat, tinggal dirumah tak berarti mengurangi produktivitas. Banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan dirumah, khususnya yang mampu menopang kebutuhan pangan. Hal inilah yang menjadi motivasi kami untuk terus memberikan penyuluhan tentang pemanfaatan pekarangan. Beberapa anggota Kelompok Wanita Tani di Kecamatan Gapura sudah mengawali sejak beberapa waktu lalu untuk bertanam di pekarangan. Diantaranya, Bu Ani,,anggota KWT. Purnama, Desa Baban ini sejak awal sebelum pandemi memang aktif melakukan sosialisasi pemanfaatan pekarangan ke anggota kelompok lainnya. Sebagai bidan di Puskesmas Gapura, kegiatan pemanfaatan pekarangan juga sejalan dengan program kerja kesehatan yaitu tentang pemenuhan gizi keluarga. Tampak di halaman rumah beberapa polybag sayuran kembang kol dan brokoli berjejer dengan suburnya. Beberapa instalasi hidroponik juga berisi sayuran selada merah, seledri dan kangkung. Nampak beberapa pot seledri, tanaman bawang, cabe, terong, beberapa tanaman herbal seperti stevia, rosemary dan daun mint, serta sayuran lainnya. Hasil panen selain di konsumsi keluarga, sebagian juga dijual sehingga mampu menambah pundi-pundi ekonomi keluarga. “Dengan menanam sendiri di rumah, konsumsi sayuran lebih bervariatif. Selain untuk pemenuhan gizi keluarga, konsumsi sayuran yang banyak mengandung serat juga mampu melindungi masyarakat dari serangan penyakit tidak menular seperti kencing manis dan hipertensi”, ujar Bu Ani. Dengan memanfaatkan pekarangan dan ruang kosong dirumah untuk bertanam, diharapkan ketahanan pangan keluarga menuju ketahanan pangan Nasional di masa pandemic Covid 19 dapat tercapai. Ditulis oleh : AKH. ARIFIN Penyuluh Pertanian Kec. Gapura