Potensi biomasa kebun sawit Biomasa kebun sawit sangat potensial sebagai pakan ternak sapi, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan ternak. Potensi pakan ternak yang dihasilkan dalam setahun dari biomasa kebun sawit tahun 2013 di Pulau Sumatera seluas 6,05 juta ha dan Kalimantan 3,2 juta ha dan di Indonesia mencapai 10 juta ha . Pulau Sumatera dan Kalimantan dapat dihasilkan pelepah dan daun sawit setiap tahun sebanyak 54,60 juta ton yang dapat digunakan sebagai pakan bagi ternak ruminansia (sapi, kerbau,kambing, domba). Jika potensi pakan di perkebunan sawit tersebut 60% digunakan untuk ternak sapi, sedangkan kebutuhan pakan setiap satuan ternak (ST) sapi adalah 3% dari berat sapi dewasa (250 kg/ekor), maka kebutuhan pakan sapi per ST adalah 7,5 kgBK/hari atau 2,7tonBK/tahun, sehingga diperkirakan pakan yang dihasilkan dari kebun sawit tersebut cukup digunakan bagi 12,13 juta ST sapi. Pelepah dan daun sawit dapat berfungsi sebagai pakan pengganti rumput.Pelepah dan daun sawit merupakan bahan pakan sumber serat kasar (SK), masing-masing memiliki kandungan SK 50,9% dan 21,5% sehingga dapat menggantikan atau mengurangi pemakaian rumput dalam pakan sapi potong .Kadar lignin pada kulit pelepah dan daun sawit cukup tinggi yaitu sekitar 17,4% dan 27,6%, sehingga sebelum diberikan pada ternak perlu dicacah untuk meningkatkan konsumsi dan palatabilitasnya. Batas penggunaan biomasa kebun sawit sebagai pakan sapi potongBiomasa kebun sawit dipergunakan sebagai bahan pakan dasar sapi potong secara tidak tunggal agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi .Pelepah dan daun sawit digunakan bersama solid, bungkil inti sawit perlu dicampurbahan pakan lainnya sebelum dijadikan pakan lengkap sapi potong karena memiliki berbagai keterbatasan. Batas maksimum penggunaan biomasa kebun sawit sebagaipakan sapi potong yaitu untuk Pelepah sawitSegar 30 %, Daun sawit 30 % ,Bungkil inti sawit 33 % ,Solid 33%, Silase Pelepah sawit 50 %, Daun sawit 50 %. Pelepah dan daun sawit segar dapat digunakan sebagai pakan ternak pengganti rumput sebanyak 30% dalam ransum sapi potong, namun dapat ditingkatkan sampai 50% jika digunakan dalam bentuk silase dan dalam bentuk pelepah sawit tanpa kulit dapat digunakan sampai 55% .Pemberian biomasa kebun sawit yaitu pelepah sawit pada sapi Bali dapat menggantikan rumput sebanyak 70%. Bahkan ketika dikombinasikan dengan solid,dapat meningkatkan PBBH sapi Balise banyak 52,17% dan 92,86% . Pelepah sawit dan solid cukup baikuntukdigunakan sebagai pakan tambahan pada sapi Bali maupun PO jantan di peternak dalam meningkatkan PBBH dan memberi peluang bagi petani untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik. Manfaat lainnya dari penggunaan pelepah sawit sebagai pakan ternak adalah membuat bersih lingkungan kebun sawit dari tumpukan pelepah sawit yang telah dipotong dari pohon, sedangkan penggunaan solidakan mengurangi pencemaran lingkungan dari pembuangan limbah pengolahan sawit berupa solid. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : Berbagai Sumber Badan Litbang Pertanian Sumber Gambar : BPTP Lampung Litbang