Loading...

Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Pupuk Organik

Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Pupuk Organik
Sekam padi merupakan lapisan keras yang meliputi kariopsis, terdiri dari belahan lemma dan palea yang saling bertautan, umunya ditemukan diareal penggilingan padi. Dari proses penggilingan padi, biasanya diperoleh sekam 20-30%, dedak 8-12%,dan beras giling 50-63,5% dari bobot awal gabah. Sekam memiliki kerapatan jenis bulk density 125 kg/m3, dengan nilai kalori 1 kg sekam padi sebesar 3300 k.kalori dan ditinjau dari komposisi kimiawi, sekam mengandung karbon (zat arang) 1,33%, hydrogen 1,54%, oksigen 33,645 dan silica (SiOâ‚‚) 16,98%, artinya sekam dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industry kimia dan sebagai sumber energi panas untuk keperluan manusia (Sipahutar, 2012) Besarnya limbah yang dihasilkan dari proses penggilingan padi menjadi msalah yang harus dipikirkan jalan keluarnya karena ternyata setelah dibuat bokashi, sekam padi memberikan banyak manfaat bagi pertumbuhan tanaman. Bokashi adalah pupuk kompos yang dibuat dengan proses peragian bahan organic dengan EM4 (Effective Microorganism 4). EM4 (Effective Microorganism 4) mengandung mikroroganisme fermentasi sintetik yang terdiri dari bakteri asam laktat (Lactobacihilus sp.), bakteri fotosintetik (Rhodopseudomonas sp.), Actinomycetes sp., Streptomycetes sp., dan ragi (Marsono dan Sigit, 2005). Keunggulan penggunaan EM4 adalah pupuk bokashi dapat dihasilkan dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan cara konvensional. Sekam padi dapat berfungsi untuk menggemburkan tanah. Abu dari sekam padi ternyata memiliki berbagai jenis unsur-unsur kimia yang baik untuk kesubruan dan juga dapat menggemburkan tanah. Dengan mencampurkan media tanam dengan kompos dan pupuk yang berasal dari abu sekam padi, maka kondisi tanah tersebut akan menjadi lebih baik dan juga dapat menjadi lebih gembur, terutama untuk keperluan penyemaian biji. Tanah yang sudah memiliki campuran dari abu sekam padi didalamnya akan menyebabkan tingkat kesuburan dari tanaman yang ditanam pada area tersebut meningkat. Hal ini disebabkan kondisi tanah yang akan lebih mampu mengikat berbagai macam unsur hara yang diperlukan oleh tanaman, sehingga tanaman akan memperoleh asupan nutrisi dan unsur hara secara optimal dan dapat tumbuh dengan subur. Kelebihan arang sekam yaitu adanya daya simpan air yang cukup besar, sehingga mudah terkomposisi, tidak ditumbuhi jamur, dan harganya relatif murah. (www.pioner.com). Dian Komalasari, SP. Editor ; Helmi, SP. UPT PPPP Telen