Pemanfaatan Sumur Bor Di Desa Waekasar Untuk Penanaman Padi Sawah
Penulis : Achmad Munir Penyuluh Desa Waekasar Musim kemarau yang masih melanda daerah Kabupaten Buru sehingga banyak lahan pertanian khususnya lahan sawah yang sebagian besar berada di dataran waeapo tidak bisa lagi di tanami di karenakan tidak adanya air atau debit air yang sangat minim. Musim kemarau saat ini menyebabkan banyak sumber air mengering, sehingga sungai menyusut debit airnya. Bahkan tak jarang beberapa sungai menjadi kering. Keterbatasan air pada musim kemarau yang panjang, rupanya tidak menghambat sebagian kelompok tani yang ada di desa waekasar untuk melakukan pemenanam padi. Keterbatasan itu justru memacu mereka untuk memikirkan cara agar sawah mereka bisa tergarap dan di tanami padi sebagian kelompok tani yang ada di desa waekasar memanfaatkan sumur bor dalam pengairi sawah sawah mereka di mulai dari pengolahan sampai perawatan, sumur bor yang mereka mafaatkan adalah sumur bor milik pribadi dan sumur bor bantuan dari pemerintah yang di berikan kepada kelompok tani. Luas tanam padi dari Pemanfaatan sumur bor di desa waekasar mencapai kurang lebih 100 ha dari kesemuanya itu menggunakan pengairan yang berasal dari sumur bor. Para petani desa waekasar sangat berterimakasih kepada pemerintah yang sudah memberikan bantuan berupa sumur bor sehinga di musim kemarau pun para petani dapat melakukan penanaman padi walaupun tidak semua lahan produtif yang ada di desa waekasar bisa tergarap.