Loading...

Pemanfaatan Tanaman Refugia Sebagai Upaya Pengendalian Hama Padi

Pemanfaatan Tanaman Refugia Sebagai Upaya Pengendalian Hama Padi
Salah satu faktor untuk mencapai keberhasilan budi daya tanaman padi adalah pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Banyak cara yang dapat dilakukan dalam hal pengendalian hama penyakit, salah satunya adalah penggunaan pestisida. Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dan terus-menerus dapat merusak lingkungan dan mengakibatkan resistan pada hama itu sendiri. Pengendalian hama pada tanaman tidak selamanya harus menggunakan pestisida. Pestisida mampu merusak lingkungan dan keseimbangan ekosistem karena bersifat racun dan tidak spesifik mengendalikan hama. Pengendalian hama secara alami terkadang bisa lebih efektif, efisien, dan ekonomis serta berdampak baik pada lingkungan. Salah satu musuh alami dari hama tanaman, terutama pada padi dan sayuran adalah serangga. Serangga sebagai musuh alami ini sebenarnya sudah ada namun karena lingkungan yang kurang mendukung, perkembangan antara serangga musuh alami dan hama tidak seimbang. Lambatnya perkembangan serangga musuh alami berdampak pada jumlah hama yang semakin meningkat dan tidak terkendali. Perlu adanya peningkatan perkembangan serangga musuh alami untuk mengendalikan hama pada tanaman padi. Belakangan ini sudah banyak dilakukan pengendalian hama pada tanaman dengan menggunakan pestisida nabati atau pestisida alami. Hal ini dikarenakan kesadaran dari petani untuk melaksanakan pengendalian hama yang ramah lingkungan. Selain itu, ada cara lain selain menggunakan pestisida nabati atau pestida alami, yaitu dengan memanfaatkan musuh alami dari hama tanaman tersebut. Kenyataan di lapangan sekarang musuh alami hama tanaman sudah semakin sedikit dan berkurang dikarenakan ikut mati atau hilang karena penggunaan pestisida berlebih yang secara langsung maupun tidak langsung ikut terkena akibat dari penggunaan pestisida berlebih. Untuk mendatangkan musuh alami hama tanaman perlu dilakukan tindakan yang mampu menarik musuh alami hama tanaman kembali. Bagaimana cara untuk mendatangkan kembali musuh alami tersebut? Adalah dengan memanfaatkan tanaman berbunga dengan warna dan bentuk yang menarik. Tanaman-tanaman berbunga ini biasa kita kenal dengan refugia.Refugia merupakan suatu area yang ditumbuhi beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid. Refugia bisa merupakan bunga-bunga yang terdapat di galengan atau pinggir sawah (Ely Novrianty dkk, 2017). Refugia bisa merupakan bunga-bunga yang terdapat di galengan atau pinggir sawah. Tanaman yang berpotensi besar sebagai refugia antara lain tanaman bunga kenikir, bunga kertas, bunga matahari, bunga jengger ayam dan bunga tapak dara. Tetapi tidak semua tanaman berbunga dapat digunakan sebagai tanaman refugia, malah justru terkadang dapat mendatangkan serangga hama yang tidak kita kehendaki. Tanaman-tanaman tersebut mempunyai potensi yang besar sebagai tanaman refugia disebabkan mempunyai bunga yang mencolok dan mempunyai warna yang diminati serangga musuh alami. Cara penanaman refugia pada tanaman padi diusahakan pada saat pembuatan galengan atau pematang selesai sehingga pada saat tanaman refugia berbunga, padi sudah mulai tumbuh dan dapat terhindar dari hama tanaman. Sebagai upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman padi, di lahan demplot padi hibrida Intani 301 yang dilaksanakan di Subak Belong Desa Pejeng Kaja Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar, Penyuluh Pertanian di Kecamatan Tampaksiring beserta Pekaseh Subak Belong Desa Pejeng Kaja dan beberapa petani menanam bunga kemitir di lokasi demplot. Bunga kemitir ini selain memiliki bunga yang menarik, juga bunganya dapat dipanen sebagai bahan untuk upacara-upacara agama maupun upacara-upacara adat. Warna bunga dan bentuk bunga yang menarik dari bunga kemitir ini akan menarik minat musuh-musuh alami hama tanaman padi. Sehingga diharapkan hama dapat dikendalikan dengan memanfaatkan musuh-musuh alaminya. Bunga kemitir ditanam di sepanjang galengan/ pematang sawah di lokasi demplot padi. Penanaman refugia akan mengurangi biaya usahatani untuk pengendalian hama, sehingga keuntungan petani akan meningkat dan ekosistem lingkungan dapat terjaga. Selain itu dengan tanaman refugia lahan akan semakin indah untuk dipandang. Bila tanaman refugia tumbuh cukup bersanding dengan tanaman budidaya di lahan pertanian juga akan membuat suasana agrowisata.Mekanisme tanaman refugia sendiri dalam mengendalikan hama tanaman padi yaitu bunga dari tanaman refugia akan memikat musuh alami, sehingga saat hama padi menyerang, musuh alami yang ada di sekitar bunga refugia secara alami akan mengendalikan populasi hama tersebut. Refugia pada lahan budi daya sebenarnya merupakan suatu usaha konservasi serangga musuh alami. Hal tersebut agar menciptakan agroekosistem lahan pertanian tetap terjaga. Apabila agroekosistem lahan pertanian stabil maka populasi hama akan seimbang dengan populasi serangga musuh alami. Hal yang harus diperhatikan dalam penanaman tanaman refugia adalah jangan menanam tanaman refugia terlalu dekat dengan komoditas utama (tanaman padi) dan koordinasi dengan kelompok tani diperlukan agar penyemprotan hanya dilakukan saat populasi hama sudah tinggi. Penanaman tanaman refugia pada tanaman padi diusahakan sesaat pembuatan galeng selesai sehingga pada saat tanaman refugia berbunga padi sudah mulai tumbuh sehingga dapat terhindar dari hama tanaman. Selain tanaman padi, tanaman sayuran dapat dilakukan penanaman refugia sebelum pengolahan lahan selesai sehinggga pada saat tanaman sayuran sudah besar tanaman refugia sudah mulai berbunga. Salah satu musuh alami dari hama tanaman, terutama pada padi dan sayuran adalah serangga. Serangga sebagai musuh alami ini sebenarnya sudah ada namun karena lingkungan yang kurang mendukung, perkembangan antara serangga musuh alami dan hama tidak seimbang. Lambatnya perkembangan serangga musuh alami berdampak pada jumlah hama yang semakin meningkat dan tidak terkendali. Perlu adanya peningkatan perkembangan serangga musuh alami untuk mengendalikan hama.Penanaman refugia pada lahan pertanian atau sekitar lahan pertanian ini merupakan suatu usaha konservasi serangga musuh alami. Tujuannya adalah membuat agroekosistem di lahan pertanian bisa terjaga. Apabila agroekosistem lahan pertanian stabil maka populasi hama akan seimbang dengan populasi musuh alami.Sumber : Dari berbagai sumber Oleh : Kikin Yuswono, S.P.Penyuluh Pertanian di Kecamatan Tampaksiring