Feed additive berfungsi sebagai pemicu pertumbuhan dan meningkatkan efisiensi pakan pada ayam, antara lain, antibiotik, hormon dan sebagainya. Selama ini digunakan feed additive komersial yang selain harganya tinggi juga kurang terjamin aspek keamanannya karena adanya residu bahan kimia dan hormon dalam bahan pangan. Kesadaran masyarakat yang makin tinggi tentang keamanan bahan pangan yang mereka konsumsi mendorong pemanfaatan tanaman tradisional dalam usaha peternakan ayam sehingga berpandangan ramah lingkungan. Ramah lingkungan yang dimaksud adalah upaya menciptakan bahan pangan dengan penjaminan keamanannya melalui upaya memperkecil keberadaan bahan atau zat cemaran dalam bahan pangan. Tanaman tradisional yang biasa digunakan sebagai feed additive adalah lempuyang, kunyit, kencur, temulawak, lidah buaya dan bawang putih. Kelompok tanaman tersebut terbukti efektif mempengaruhi performa ayam dan kesehatan ayam Beberapa tanaman tradisional yang sudah mulai diteliti dan dimanfaatkan sebagai bahan suplemen pakan dan obat-obatan dalam budidaya ayam antara lain kencur, lidah buaya, kunyit, temu lawak dan bawang putih Kencur (Kaempferia galanga L.) Tanaman kencur ini bisa dimanfaatkan sebagai suplemen dalam pakan ayam. Menurut RUKMANA (1994) pemanfaatan kencur ini bisa memberikan efek penghilang rasa sakit, penimbul rasa hangat dan juga dapat menambah nafsu makan. Lidah buaya (Aloe vera) Pemanfaatan lidah buaya sebagai feed additive dalam pakan ternak memberikan efek positif bagi ternak. Penambahan gel lidah buaya juga terbukti efektif sebagai zat antibiotik dengan menurunkan populasi bakteri aerobik pada saluran pecernaan ayam. Selain itu, perlakuan ini juga meningkatkan efesiensi pakan yang bisa dilihat dari peningkatan ukuran saluran pencernaan ayam. Kunyit (Curcuma domestica Val) Kunyit mengandung komponen aktif kurkumin yang memiliki sifat antibakteri .Umumnya penggunaan kunyit dalam pakan ayam diberikan dengan tujuan menurunkan tingkat populasi bakteri dalam saluran pencernaan ayam serta pencemaran produknya. Menurut LIANG et al. (1985) senyawa kimia yang ada dalam kunyit mampu menurunkan lemak dalam tubuh, berperan pada proses sekresi empedu dan pankreas yang dikeluarkan lewat feses. Temu lawak (Circum xanthorrhiza roxb.) Kandungan kimia rimpang temu lawak dibedakan atas tiga komponen besar, yaitu fraksi pati, fraksi kurkuminoid dan fraksi minyak atsiri. Komponen-komponen kimia ini menyebabkan temu lawak memiliki aktivitas kolagoga, yaitu meningkatkan produksi dan sekresi empedu yang bekerja kolekinetik dan koleritik. Kerja kolekinetik diberikan oleh senyawa kurkominoid, sedangkan kerja koleritik diberikan oleh senyawa p-tolulilmetilkarbonil dan seskuiterpen alkohol yang merupakan komponen penyusun minyak atsirinya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan temu lawak dalam ransum ayam mampu menimbulkan efek positif bagi ternak ayam tersebut. Bawang putih (Allium sativum Linn) Bawang putih merupakan salah satu bahan alami yang memiliki efek antimikotik dan dapat mendetoksifikasi aflatoksin. Aflatoksin merupakan cemaran yang sering timbul baik pada bahan pangan ataupun pada pakan dalam suatu usaha peternakan. Kontaminasi aflatoksin pada ternak unggas ini akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan perubahan konversi pakan (GINTING, 1988), serta penurunan produksi telur (AZAM dan GABAL, 1998). Pada tingkat akut, menurut KRISHNAMACHARI et al. (1975), aflatoksin mampu menyebabkan kematian pada ternak. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pemberian ekstrak bawang putih hingga 4% mampu mentoleransi kadar aflatoksin sebesar 0,4 mg/kg bobot badan. Keterbatasan ini diasumsikan karena ekstrak bawang putih pada konsentrasi 4% belum cukup untuk menetralisir pengaruh afllatoksin dalam jumlah yang cukup besar, sehingga disarankan agar menggunakan dosis ekstrak bawang putih yang lebih tinggi. Disusun Oleh : Yodi Yusnandar,A.Md Admin SMIPP BPP Kecamatan Cijeungjing KAbupaten Ciamis Sumber : IMAN RAHAYU, HS dan CAHYO BUDIMAN Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Ternak, Fapet IPB Jl. Agatis-Kampus Darmaga, Bogor 16680 rahayu21@hotmail.com dan cahyo@ipb.ac.id