Pupuk organik cair adalah larutan dari hasil pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia yang mengandung unsur haranya lebih cari satu unsure (Afghanaus, 2011). Pupuk Cair Organik adalah zat penyubur tanaman yang berasal dari bahan-bahan organik dan berwujud cair (Rizal, 2012). Dijelaskan lebih lanjut bahwa pupuk cair merupakan salah satu jenis proses fermentasi.Bahan baku pupuk cair yang sangat bagus yaitu bahan organik basah atau bahan organik yang mempunyai kandungan air tinggi seperti sisa buah-buah dan sisa sayuran (wortel, labu, sawi,selada, kulit jeruk, pisang, durian, kol) (Rizal, 2012). Semakin besar kandungan selulosa dari bahan organic (C/N ratio) maka proses penguraian oleh bakteri akan semakin lama. Selain mudah terdekomposisi, bahan ini kaya nutrisi yang dibutuhkan tanamanUrine sapi dapat diolah menjadi pupuk cair setelah diramu dengan campuran tertentu. Bahan baku urine yang digunakan dari limbah peternakan selama ini sebagai bahan buangan. Pupuk cair dari urine sapi ini merupakan pupuk yang berbentuk cair mudah larut dan membawa unsur-unsur penting guna kesuburan tanah (Suriadikarta, 2006).Hasil sampingannya berupa feces dan urine di manfaatkan sebagai pupuk kompos (padat) dan pupuk cair. Maka saat ini urine juga ternyata mulai menjadi komoditi berharga jika dapat digunakan dengan baik yaitu telah diolah menjadi pupuk organik cair (Setiawan, 2007).Cara pembuatan serta Bahan Bahan yang digunakn dalam pembuatan pupuk cair sangatlah sederhana dan mudah didapat. Bahan-bahan tersebut antara lain adalah urine sapi 45 %, molasses 10 %, air kelapa 35 %, rempah-rempah 10 %, dan EM4 2,5 liter. Adapun cara pembuatannya yaitu : Urine sapi ditampung dan dimasukan ke dalam drum plastic, Masukkan molasses, air kelapa dan EM4 kemudian di fermentasi selama 5 minggu sambil diaduk setiap hari agar merata, Rempah-rempah yang sudah dihaluskan dimasukan pada minggu ke 3 kedalam drum plastik, maksud penambahan bahan-bahan ini untuk menghilangkan bau urine ternak dan memberikan rasa yang tidak disukai hama.Setelah proses fermentasi selesai pupuk cair disaring dan dilakukan pengemasan dengan botol plastik. Cara penggunaan pupuk urin sapi : Penyemprotan/pengkocoran pada pagi/sore hari, Dilakukan 3X pada umur 1,3,5 minggu HST, Dosis 25 lt untuk 1 musim tanam/Ha, Tahap pemakaian pertama pupuk kimia bisa ditekan/dikurangi 50 %, Tahab musim tanam berikutnya penekanan ditingkatkan menjadi 70 % dan seterusnya keunggulan pupuk organik dari urine sapi : Kunggulan penggunaan pupuk organik cair (bio urine) yaitu volume penggunaan lebih hemat dibandingkan pupuk organik padat serta aplikasinya lebih mudah karena dapat diberikan dengan penyemprotan atau penyiraman, serta dengan proses akan dapat ditingkatkan kandungan haranya (unsur Nitrogen) (Warasfarm, 2013). Kelebihan dari pupuk organik ini adalah dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara, tidak bermasalah dalam pencucian hara dan mampu menyediakan hara secara cepat (Afghanaus, 2011). Dijelaskan lebih lanjut bahwa dibandingkan dengan pupuk cair anorganik, pupuk organik cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mengkin. Selain itu pupuk ini juga memiliki bahan pengikat sehingga larutan pupuk yang diberikan ke permukaan tanah bisa langsung digunakan oleh tanaman. Keunggulan dari pupuk organik adalah a) Mudah untuk membuatnya, b) Murah harganya, c) Tidak ada efek samping bagi lingkungan maupun tanaman, d) Bisa juga dimanfaatkan untuk mengendalikan hama pada daun (bio-control), seperti ulat pada tanaman sayuran, dan e) Aman karena tidak meninggalkan residu, pestisida organik juga tidak mencemari lingkungan (Rizal, 2012). Penulis : Arliza, SP ( Penyuluh Pertanian Pertama )Sumber Tulisan : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.