Loading...

Pemanfaatkan Limbah Pasar Untuk Pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal) di Kelompok Saka Tani II Desa Karangwangun

Pemanfaatkan Limbah Pasar Untuk Pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal) di Kelompok Saka Tani II Desa Karangwangun
Tanah merupakan salah satu unsur utama dalam menentukan keberhasilan proses budidaya tanaman, sehingga tanah yang mengandung kadar bahan organik yang tinggi, struktur yang baik dan tentunya yang subur menjadi harapan setiap petani. Salah satu solusi untuk mencapai kondisi tanah seperti yang diharapkan, penggunaan MOL (Mikro Organisme Lokal) dapat dijadikan pilihan. Maka dari itu perlu diadakannya praktek pembuatan MOL dengan memanfaatkan limbah pasar sebagai bahan dasarnya sehingga dapat menekan biaya produksi dan ikut mendukung pengolahan limbah yang ramah lingkungan. Praktek pembuatan MOL dengan memanfaatkan limbah pasar dilaksanakan di Kelompok Tani “Saka Tani II” Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, pada saat diadakannya Pelatihan Budidaya Jagung Manis Kecamatan Babakan, Kegiatan Pelatihan Petani Pelaku Agribisnis Tahun 2019, Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon. Pelatihan dilangsungkan pada tanggal 20 – 22 November 2019 bertempat di Sekertariat Kelompok. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan MOL antara lain buah pisang busuk (1 Kg), buah nanas busuk (1Kg), ikan laut BS (1KG), gula pasir (1Kg), air kelapa (5 liter) dan air biasa (15 liter). Sedangkan alat yang digunakan adalah pisau, talenan, pengaduk, ember dan jerigen ukuran 20 liter. Cara pembuatannya adalah bahan bahan seperti pisang, nanas dan ikan dicacah terlebih dahulu. Kemudian cacahan bahan tersebut dimasukkan ke dalam jerigen diikuti dengan bahan gula pasir, air kelapa dan air lalu diaduk sampai tercampur rata. Jerigen ditutup rapat dan disimpan untuk proses fermentasi di tempat dengan suhu ruang selama 3 minggu dengan penanganan tiap minggunya dibuka dan diaduk. Proses pembuatan MOL dikatakan berhasil apabila dari campuran tersebut tercium bau seperti harum tape pada saat selesai proses fermentasinya. Penggunaan MOL dilakukan pada saat selesai pengolahan lahan dengan cara disemprotkan ke tanah dengan dosis minimal 500 ml per tangki semprot ukuran 17 liter dicampur air biasa. Para peserta pelatihan tampak antusias dalam menyimak dan melaksanakan praktek yang dipandu oleh PPL WKPP Karangwangun yaitu Yulius Danu Setyawan serta siap untuk membuat dan memakai MOL sebagai salah satu solusi untuk mendapatkan kondisi tanah yang ideal. Ditulis oleh : Yulius Danu Setyawan, S.Pt. (PPL WKPP Karangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon)