Pendahuluan Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Indonesia. Sampai saat ini komoditas kakao tersebut masih memiliki prospek pasar yang cukup baik di pasar internasional. Seperti halnya tanaman perkebunan lain, tanaman kakao memerlukan persyaratan tumbuh dan teknologi budidaya tanam agar mampu memberikan hasil yang optimal. Salah satu teknologi budidaya dimaksud adalah pemangkasan. Definisi Pemangkasan pada tanaman kakao adalah kegiatan memotong (membuang) bagian tanaman yang berupa cabang, ranting, dan daun. Tujuan Pembentukan kerangka dasar (frame) tanaman kakao yang baik, tegap, kuat menyanggah cabang, ranting dan daun sehingga pertumbuhan tanaman seimbang. Mengatur sedemikian rupa sehingga sinar matahari masuk ke dalam tajuk secara merata, sehingga daun lebih produktif dalam menghasilkan assimilate. Mendorong tanaman membentuk daun baru yang kemampuannya menghasilkan assimilate lebih tinggi. Meningkatkan kemampuan tanaman membentuk bunga dan buah Membuang bagian tanaman yang tidak dikehendaki misalnya : cabang mati, cabang rusak, cabang sakit, tunas air, dll. Mengurangi resiko serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), Mempermudah melakukan kegiatan atau perlakuan terhadap tanaman misalnya : pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan, panen dan lain-lain. Pemangkasan Bentuk Pemangkasan bentuk bertujuan untuk membentuk habitus tanaman kakao agar tercipta kerangka (frame) tanaman yang baik, yakni tanaman kakao yang memiliki cabang-cabang utama (cabang primer) yang tumbuhnya kokoh dan sehat.. Pemangkasan bentuk dilakukan dengan cara mengurangi cabang primer yang semula berjumlah empat atau lebih menjadi hanya 3 (tiga) cabang saja. Pelaksanaannya dilakukan setelah tanaman kakao muda telah membentuk cabang primer atau telah membentuk jorket. Umur tanaman sekitar 1 “ 2 tahun setelah tanam. Pemangkasan Pemeliharaan Pemangkasan pemeliharaan bertujuan untuk memelihara dan mempertahankan kerangka yang telah dibentuk pada pemangkasan bentuk. Pelaksanaan pemangkasan pemeliharaan adalah sbb: Pada tahap pertama, cabang-cabang sekunder yang tumbuh pada jarak 30 “ 60 cm dari titik percabangan (jorket) diubah. Cabang-cabang sekunder berikutnya diatur agar letaknya tidak saling berdekatan. Pembuangan sebagian cabang sekunder dilakukan secara bertahap sesuai kecepatan pertumbuhan cabang-cabang tersebut. Jarak antara cabang-cabang sekunder dianjurkan antara 15 “ 25 cm dan diupayakan agar letak cabang sekunder yang tinggal diatur secara selang seling (zig zag), Pemangkasan cabang sekunder dilakukan dengan menggunakan gunting pangkas, parang/pisau, atau gergaji pangkas. Pemangkasan Produksi Pemangkasan produksi dilakukan pada tanaman yang telah berproduksi. Umur tanaman kira-kira 3 tahun ke atas. Tujuan utama dari pemangkasan produksi adalah meningkatkan kemampuan tanaman untuk membentuk bunga dan buah. Namun perlu digaris bawahi bahwa pada pemangkasan produksi pemotongan cabang besar (diameter lebih dari 2,5 cm) perlu dihindari kecuali karena terpaksa, misalnya karena cabang tersebut rusak akibat serangan hama dan penyakit atau rusak karena penyebab fisik seperti patah karena angin. Pemangkasan produksi dilaksanakan dengan membuang cabang-cabang atau ranting-ranting sebagai berikut : Semua tunas air Cabang balik, yaitu cabang yang tumbuhnya mengarah atau masuk ke dalam tajuk Cabang-cabang yang menggantung yang kurang atau yang tidak produktif. Sedangkan yang produktif dipotong sebagian (pada bagian lengkungan) Cabang cacing, yaitu cabang kecil yang tumbuhnya kerdil yang sifatnya tidak produktif Cabang yang terlalu rapat atau sangat berdekatan satu sama lain serta cabang yang tumbuhnya tidak teratur Cabang yang saling tindih baik di dalam individu tanaman itu sendiri maupun dengan cabang dari tanaman lain disekitarnya Cabang-cabang rusak baik karena serangan hama dan penyakit maupun karena penyebab lainnya Puncak tajuk yang diperkirakan akan menyebabkan ketinggian tajuk dapat melebihi 4m Alat Pangkas Alat pangkas yang biasa digunakan adalah sbb: Gunting galah Parang Gergaji pangkas Gunting pangkas Scissor Cat Sumber Informasi : Kabid Penyuluhan Ibu Roslina Karim, SP (BP2KP Kabupaten Boalemo Prov. Gorontalo)