Pemangkasan Bentuk pada Tanaman Kakao Tanaman kakao atau coklat merupakan salah satu komoditi tanaman perkebunan yang sangat strategis sehingga kakao disebut juga dengan komoditi unggulan. Tanaman kakao ini adalah bahan baku atau bahan dasar untuk pembuatan makanan coklat. Sehingga banyak sekali buah coklat ini diminati oleh perusahaan makanan untuk dijadikan jenis makanan olehan dari coklat. Melihat peluang pasar akan buah coklat atau kakao ini sangat menggiurkan maka banyak petani yang bersemangat untuk menanam tanaman kakao. Tetapi produksi dari tanaman kakao tersebut sangat rendah atau sedikit sekali. Hal ini tidak memberikan keuntungan yang baik buat petani. Hal ini disebabkan karena tidak adanya dilakukan pemeliharaan tanaman kakao terutama pemangkasan.Pemangkasan pada tanaman kakao ini banyak sekali kegunaannya, selain untuk memperbanyak produksi buah kakao juga sebagai keindahanan tanaman kakao itu sendiri. Tujuan Pemangkasan adalah : 1) Membentuk kerangka tanaman kakao (frame) yang kuat dan seimbang. 2) Mengatur agar penyebaran cabang dan daun-daun. 3) Membuang bagian tanaman yang tidak dikendaki (tunas air, cabang sakit, patah, menggantung dan cabang balik), 4) Memacu tanaman membentuk daun baru, 5) Menekan serangan hama dan penyakit. Efek fisiologis dari pemangkasan adalah : 1) Memacu pertunasan, 2) Menurunkan kelembaban kebun. 3) Meningkatkan suhu udara di dalam kanopi, 4) Memperbaiki aerasi, 5) Mempermudah manajemen tanaman. 6) Meningkatkan populasi serangga penyerbuk. Jenis-jenis pemangkasan kakao meliputi : a) Pangkas Bentuk, tujuannya adalah untuk membentuk kerangka (frame) tanaman. Pelaksanaannya yaitu : 1) disakan tiga cabang yang tumbuh sehat dan arah tumbuhnya simetris, 2) Ujung cabang primer pada batas 75-100 cm dari jorket dipotong (topping), 3) Cabang-cabang sekunder yang tumbuh terlalu dekat jorket, pada jarak 30 - 50 cm, dibuang, 4) Cabang-cabang sekunder tidak over lapping. b) Pangkas Pemeliharaan, tujuannya adalah 1 ) mempertahankan kerangka tanaman yang sudah terbentuk baik, 2) mengatur agar penyebaran daun produktif merata, 3) membuang bagian tanaman yang tidak dikehendaki, 4) mengatur tinggi tanaman dipertahankan 3-4 m dan 5) merangsang pembentukan daun baru, bunga, buah. Pelaksanaan : 1) prioritas dipangkas : ranting terserang penyakit VSD, cabang yang menggantung, ranting yang tumbuh meninggi >3-4 m, cabang over lapping dan tunas air, 2) pemangkasan ini dilakukan dengan frekuensi 2-3 bulan dan 3) prinsip dasar dari pangkasan produktif adalah Ringan, Selektif dan Sering. c) Pangkas Produksi, tujuan : Memacu pertumbuhan bunga dan buah. Pelaksanaan : 1) dilakukan dua kali setahun, akhir musim kemarau-awal musim hujan serta pada pertengahan musim hujan, 2) proporsi ranting (daun) yang dipangkas cukup banyak, yaitu 25-50%, 3) setelah pemangkasan, tanaman kakao akan bertunas intensif dan setelah daun tunasnya menua, maka tanaman akan segera berbunga. Kriteria Pemangkasan Optimal adalah 1) pada siang hari cerah suasana di dalam kebun sejuk, tidak terlalu gelap atau terlalu terang. Di lantai kebun masih terlihat ada spot-spot cahaya, luas bidang spot tersebut maksimum 25%, 2) semua tanaman berbunga dan berbuah, 3) bunga dan buah banyak dan berada disekitar batang utama, 4) mulsa daun kakao cukup tebal, 4) gulma tidak tumbuh. Kesalahan-kesalahan dalam memangkas adalah : 1) Memotongan cabang berdiameter lebih dari 2,5 cm sebab ada risiko cabang lapuk, 2) memotong ranting letaknya rapat pada cabang induknya, 3) kanopi kakao terlalu terbuka sehingga berakibat retak-retak pada kulit batang, keringnya bantalan bunga, 4) memangkas saat tanaman kakao sedang berbunga banyak atau sebagian besar ukuran buahnya masih kecil (panjang<10 cm), 5) cabang dan ranting adalah aset untuk produksi buah kakao sehingga jangan terlalu mudah memotong cabang atau rant-ing tanpa dipertimbangkan secara bijaksana (Abdiansyah, Inderapura)