Dalam budidaya tanaman kopi sudah sejak dulu telah diterapkan oleh perkebunan Negara maupun perkebunan Swasta Nasional, namun perlakuan tersebut belum begitu disadari oleh petani kopi yang ada di pedesaan,sehingga produksi tanaman kopi petani masih dibawah dari apa yang diharapkan ( Target produksi ). Untuk meningkatkan produksi tanaman kopi, petani perlu adanya penangganan lebih lanjut tentang sistim pemeliharaan tanaman kopi. Salah satu sistim pemilaharan yang perlu dilakukan adalah pemangkasan tanaman kopi setelah panen. Dalam pemeliharaan tanaman kopi petani belum begitu memperhatikan cara – cara pemangkasan setelah panen. Tujuannya adalah untuk mengatur pertumbuhan vegetative tanaman kopi ke arah pertumbuhan generatif yang lebih produktif.dan hal lainya adalah untuk mengatur tanaman kopi ini dimana tidak hanya banyak cabang dan daunnya saja, melainkan juga menghasilkan banyak buah dimusim panen berikutnya,dalam hal ini dijamin dari tahun ketahun tingkat produksi dan produktivitasnya semakin meningkat. Pemangkasan seleksi stelah panen bertujuan mempersiapkan cabang pemikul buah untuk persediaan tahun yang akan datang. Pada prinsipnya cabang–cabang yang berlebihan harus dipangkas agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam tajuk dan sirkulasi udara berlangsung baik, sehingga proses pertumbuhan menjadi baik. Pemangkasan seleksi dilaksanakan dua kali dalam setahun. Pemangkasan seleksi mulai dilakukan 2-3 bulan setelah panen (Desember–Januari) dengan memilih cabang–cabang yang akan dipelihara pada musim pembungaan yang akan datang.Pemangkasan setelah panen dilakukan untuk mengurangi kelembaban yang terjadi pada tanaman, sehingga dapat mengurangi gugur buah. Pemangkasan setelah panen dilakukan bersamaan dengan pemangkasan seleksi kedua. Pemangkasan stelah panen dilakukan dengan membuang tunas air, rawisan dan pengupiran daun yang sudah tua yang tumbuh dekat buah. Alat yang digunakan gergaji dan gunting pangkas.Pengamatan yang dilakukan adalah pemangkasan lepas panen yang kedua. Pengamatan ini dilakukan untuk mengamati cabang-cabang tanaman. Kriteria pemangkasan pemeliharaan terdiri atas pangkasan berat, pangkasan sedang dan pangkasan ringan. Pemangkasan yang dilakukan termasuk dalam kategori pemangkasan ringan karena pemangkasan berat sudah dilakukan setelah lepas panenpada bulan Oktober-November. Kategori pemangkasan ringan yaitu apabila kondisi pohon sebelum dipangkas memilikicabang-cabang yang sudah kering atau yang sudah tidk berproduksi lagi.. Maksud dan tujuan pemangkasan Dengan kondisi produksi tanaman kopi petani yang belum begitu maksimal pada fakor pemeliharaan tanaman terutama pada penangganan pemangkasan setelah panen perlu adanya informasi dan motivasi terhadap petani.Sehingga maksud dan tujuan dalam pemangkasan tanaman kopi setelah panen adalah : Memperbaiki bentuk pohon / mahkota tanaman kopi Menjaga ksetabilan produksi Meningkatkan kwalitas dan kwantitas produksi Mempermudah pemeliharaan dan panen Sehingga dengan demikian tujuan akhir dari pemangkasan kopi adalah untuk meningkatkan pengetahuan,ketrampilan dan meningkatkan pendapatan petani kopi itu sendiri Pemangkasan Lepas Panen ( PLP ). Pemangkasan Lepas Panen ( PLP ) sering disebut sebagai pangkasan produksi. Pelaksanaan pangkasan produksi / PLP bertujuan agar supaya produksi kopi untuk tahun berikutnya dapat berbuah lebat. Dengan mengatur cabang cabang produktif dan membuang cabang cabang yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Pemangkasan produksi akan mudah dilakukan bila bentuk tanaman sudah berbentuk simetris,karena cabang cabang tersebut harus dipangkas atau dipotong sehingga dalam pelaksanaannya tidak begitu memerlukan ketrampilan khusus. Lain halnya bila bentuk tanaman tidak teratur pertumbuhan cabangnya atau berbentuk payung dalam melaksanakan pemangkasan lepas panen harus memiliki ketrampilan dan keahlihan dalam memangkas pada cabang cabang mana yang harus dipotong dan dibuang. Pada pelaksanaan pemangkasan produksi atau pemangkasan lepas panen cabang cabang yang perlu dipotong dan dibuang adalah cabanng cabang sebagai berikut : Cabang mati / kering Cabang tidak produktif / cabang tua ( B 4 ) Cabang balik Cabang Cacung Cabang Kpas Cabang Sakit Tunas air Kuping Lowo Oleh : Aristarkus Delo, SP Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Were - Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada Propinsi NTT