Loading...

Pemangkasan Tanaman Jeruk

Pemangkasan Tanaman Jeruk
Maksud Pemangkasan- Pemotongan pucuk tanaman jeruk atau cabang/ranting dan yang tidak teratur dan yang terlalu rimbun;- Pemotongan cabang/ranting yang terserang hama dan penyakit;- Pemotongan cabang yang rusak/kering dan mati;- Pemotongan cabang yang tidak produktif; dan- Pemotongan buah yang masih kecil dan saling berhimpitan. Tujuan Pemangkasan- Membentuk tanaman agar tidak terlalu tinggi untuk memudahkan perawatan dan pengelolaan; - Membentuk percabangan agar teratur sehingga percabangan kokoh dan tanaman tumbuh seimbang;- Memudahkan sinar matahari masuk ke seluruh permukaan daun, sehingga tanaman menerima cukup sinar matahari untuk kebutuhan pertumbuhannya;- Memperbaiki kualitas buah seperti ukuran buah, warna buah, lebih banyak dan menurunkan rasa asam;- Memperbanyak tunas-tunas baru yang akan memunculkan bunga dan buah; dan- Mengurangi kerimbunan tanaman yang dapat menstimulasi pertumbuhan jamur. Macam-macam PemangkasanPemangkasan bentuk dilakukan untuk membentuk pohon (tinggi pohon dan percabangannya) agar tanaman kokoh dan mempunyai percabangan yang seimbang dengan sebaran daun yang merata untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan zat hara.Pemangkasan pemeliharaan, dilakukan untuk memotong cabang dan daun yang rimbun, tunas air, cabang yang terserang hama dan penyakit, cabang yang rusak, mati, dan kering.Pemangkasan buah, dilakukan untuk mengatur jumlah buah dalam satu dompolan agar buah tidak tumbuh berdesakan sehingga buah tidak dapat berkembang secara optimal dan warna buah tidak seragam. Waktu Pemangkasan- Sejak tanaman masih muda (di pembibitan) untuk membentuk pohon dan percabangannya.- Pada saat 3-4 tahun setelah tanam, untuk mempertahankan tinggi pohon.- Sehabis panen buah, untuk merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru.- Setiap 3-5 tahun sekali dilakukan pemangkasan berat untuk meremajakan tanaman.- Saat tanaman berbuah (pangkas produksi) untuk mengatur perimbangan buah dan kualitas buah.- Secara periodik, setiap 2 minggu sekali untuk memotong cabang/ranting yang sakit/rusak dan mati. Prinsip Pemangkasan, membentuk cabang-cabang tanaman yang teratur, sehingga tanaman tumbuh seimbang dengan cabang-cabang yang kokoh. Cara Pemangkasan- Pemotongan dilakukan pada bagian cabang yang sudah berkayu dan dipotong tepat di bagian ruas/buku-buku;- Dipangkas cabang-cabang yang terlalu rimbun, yang tidak produktif, dan tunas yang tumbuh dari batang bawah yang dapat menjadi pesaing tanaman utama;- Pemangkasan sebaiknya menggunakan gunting pangkas yang tajam untuk cabang-cabang yang kecil atau gergaji besi yang tajam untuk cabang/batang besar. Bekas luka pemangkasan ditutup dengan lilin dingin atau disaput dengan fungisida dengan dosis untuk setiap 1 kg cat meni ditambah 5-10 gram (1/2 – 1 sendok makan) fungisida. Respon Tanaman terhadap Pemangkasan- Jika pemangkasan dilakukan sebelum masa pertumbuhan tunas, akan menstimulasi pertumbuhan tunas-tunas baru. Semakin banyak cabang yang dipangkas semakin banyak tunas baru yang tumbuh dan dari tunas baru tersebut akan muncul bunga/buah.- Pemangkasan berat dapat mengakibatkan pertumbuhan vegetatif yang berlebihan yang dapat menurunkan produksi pada tahun berikutnya. Akan tetapi pada tahun ke-2, ke-3, dan seterusnya, produksi dan kualitas buah akan meningkat. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian