PEMATANG SAWAH MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI ematang sawah merupakan lahan yang sering terabaikan, kadang menjadi sarang tikus dan inang hama penyakit tanaman padi, sehingga dapat menjadi masalah. Bagi petani Ganeas lain halnya pematang sawah dapat dimanfaatkan bahkan dapat meningkatkan pendapatan terutama dalam pengembangan kedelai digunakan sendiri sebagai benih untuk lahan darat /tadah hujan dimusim kemarau.Tanaman kedelai adalah tanaman yang mudah dibudidayakan di lahan kering, sehingga dapat dikembangkan pada lahan pematang, tetelar (tebing landai yg tidak dibuat petakan sawah), sedangkan waktu penanamannya dapat dilkakukan pada waktu musim hujan ataupun kemarau, sehingga panen dapat dilakukan sesuai kebutuhan, terutama ketika membutuhkan benih selain dikonsumsi sebagai kedelai rebus atau dijual ke pabrik pengolahan tahu.Penanaman kedelai dilakukan bersamaan bulan juli dengan tanam padi sawah ke 2. Perlakuan yang dilakukan pertamakali pematang atau tebing dibersihkan dari gulma, lubang tanam dibuat seperti hurup V dengan tugal pipih lebar 7 cm jarak 20 cm 1 jalur lebih sesuai luasan tebing, untuk tetelar jarakn tanam 40 x 20 cm, 2-3 biji perlubang, varietas yang ditanam Dapros dan Wilis jenis determinit cabang pendek tidak terlalu tinggi, kemudian ditutup kembali setelah diberi pupuk NPK 3-4 gram disudut lubang bersebelahan dengan bibit jarak sekitar 5 cm (antara bibit dan pupuk) kemudian ditutup dengan tanah secara langsung dengan ujung tugal yang pipih. Penyulaman dilakukan 7 – 10 hari hst pertama dan penyiangan dilakukan sebelum berbunga menjelang fase generativePemeliharaan tanaman kedelai pada pematang terutama waktu pengamatan hama penyakit, bersamaan dengan pengamatan tanaman padi.Panen kedelai dilakukan setelah daun menguning dan mengering cukup umur dan biasanya sebelum panen tanaman padi /saat padi keluar malai merata. Cara panen kedelai dengan menggunakan sabit/parang kemudian diangkut ke tempat penjemuran beralaskan terpal/ ayaman bambu atau lantai jemur semen, setelah ada yang pecah polong kering dipikul dengan bambu atau kayu diameter 3 – 4 cm dengan panjang 1 – 1,5 meter, kemudian biji yang terlepas dipisahkan dari kotoran dan dijemur kembalai sampai kadar air 14 persen, lamanya perjemuran tergantung cuaca, bila cuaca cerah panas 3 hari sudah cukup untuk benih, disortir kemudian disimpan dalam kaleng blek tertutup dilapisi kertas Koran dan ditutup rapat dan dapat digunakan benih sebelum 3 bulan, sedangkan biji yang tidak terpilih untuk benih dapat dijual sebagai bahan konsumsi. Ditulis oleh : Kusmana, SP .PP Ganeas.