Loading...

Pembagian Kartu Tani di Desa Banioro Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen

Pembagian Kartu Tani di Desa Banioro Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen
BRI Unit Karangsambung Cabang Kebumen bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Kecamatan Karangsambung, pada tanggal 23 Maret 2017 membagikan Kartu Tani untuk petani Desa Banioro, Kecamatan Karangsambung, Kebumen. Kartu Tani merupakan alat pengendali dalam penyaluran pupuk bersubsidi yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bekerja sama dengan PT. BRI (Persero). Pembagian Kartu Tani di wilayah Kecamatan Karangsambung sendiri, sudah dilakukan dalam 2 (dua) tahap. Dan pembagian di Desa Banioro termasuk ke dalam tahap ke-2. Meskipun Kartu Tani yang terbagi sudah cukup banyak, Kepala Unit BRI Karangsambung mengakui, belum semua Kartu Tani terbagi. Pencetakan dan pembagian Kartu Tani, terkendala personil di BRI Unit Karangsambung yang sangat terbatas, padahal jumlah Kartu Tani yang harus dicetak lebih dari 5.000 kartu. Mengejar Waktu Pencetakan dan pembagian Kartu Tani dilakukan secara cepat oleh BRI Unit Karangsambung, mengingat deadline penggunaan Kartu Tani pada tanggal 1 April 2017. Sesuai instruksi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembelian pupuk bersubsidi mulai tanggal tersebut, harus sudah mulai menggunakan Kartu Tani, kecuali bagi petani yang belum mendapatkan Kartu Tani. Pengecer pupuk di Kecamatan Karangsambung juga sudah dilatih untuk menggunakan alat khusus (semacam BRI Link) untuk mengecek alokasi pupuk petani dengan menggunakan Kartu Tani. Dengan demikian, pengecer dapat mengetahui jumlah pupuk maksimal yang dapat dibeli petani. Hal yang Baru Membeli pupuk bersubsidi dengan Kartu Tani, tentu bukan hal yang mudah diterima oleh petani yang sebelumnya 'bebas' membeli pupuk bersubsidi tanpa kendali. Tetapi, dengan adanya Kartu Tani ini diharapkan akan mengurangi terjadinya penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi, serta menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi secara merata untuk setiap petani. Dalam beberapa tahun, beberapa jenis pupuk akan menjadi 'barang langka' menjelang musim tanam. Pupuk bersubsidi tiba-tiba bebas diperjualbelikan pada warung, toko atau pedagang yang jelas bukan pengecer resmi. Harganya melambung tinggi. Sementara, petani yang ingin membeli pupuk sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) pada pengecer resmi, tidak mendapatkan pupuk yang dibutuhkannya. Kejadian semacam inilah yang ingin dikurangi dengan penggunaan Kartu Tani. Kartu Multimanfaat Berdasarkan penjelasan Kepala Unit BRI Karangsambung, Kartu Tani selain bermanfaat dalam pembelian pupuk bersubsidi, juga bermanfaat secara perbankan. Karena sejatinya, Kartu Tani merupakan Kartu ATM BRI yang diberi tambahan manfaat untuk pengendalian pembelian pupuk bersubsidi. Kartu Tani dilengkapi dengan rekening BRI (Simpedes) yang dapat pula difungsikan untuk menabung, transfer, serta kegiatan perbankan lainnya. Dan Kartu Tani sendiri, dapat digunakan untuk menarik uang melalui mesin ATM. Manfaat ini cukup menarik bagi petani, karena selama ini, sebagian besar petani masih mengandalkan 'jasa' orang lain saat menerima transfer dana dari anak-anaknya yang bekerja di kota besar, dengan 'biaya jasa' mencapai Rp50.000,- dalam sekali transfer. Ditambah lagi, rekening Kartu Tani tidak mengenal potongan administrasi, seperti rekening pada umumnya, meskipun juga tidak diberi bunga tabungan pula. (Penulis: Kres Dahana)