PEMBAKARAN JERAMI BUKANLAH HAL YANG BAIK BAGI LAHAN PERTANIAN
JERAMI adalah hasil samping usaha pertanian berupa tangkai dan batang tanaman yang telah diambil hasilnya dan telah mengering. Setelah panen dilakukan dilahan pertanian sebagian petani masih melakukan pembakaran jerami, Pembakaran jerami ini dapat bertujuan untuk mempercepat persiapan atau pengolahan tanah untuk masa tanam berikutnya dan di beberapa daerah bahkan bertujuan untuk menghindari penyebaran hama dan penyakit yang menyebar. Dengan tingginya intensitas pertanaman padi maka tidak lagi tersedia waktu yang cukup untuk jerami melapuk di tanah. Namun demikian pembakaran jerami mengakibatkan sebagian unsur hara hilang terutama unsur-unsur hara mudah menguap (volatile) dan unsur hara lain yang menjadi tidak tersedia bagi tanaman. Pembakaran jerami tidak hanya menyebabkan sebagian unsur hara hilang, tetapi juga polusi udara sekitar dan gangguan kesehatan petani dan masyarakat sekitar. Hingga saat ini masih rendahnya pemahaman petani akan kerugian yang dialami akibat dari pembakaran jerami yang dilakukan Sementara itu, kehilangan unsur hara tanpa dibarengi oleh pengembalian unsur-unsur tersebut ke dalam tanah akan mengakitabkan ketidak seimbangan neraca hara dalam tanah sehingga akan menurunkan tingkat kesuburan tanah dan berujung pada penurunan produksi dan produktivitas tanaman. beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Kehilangan unsur hara TC dan TN adalah 100% sedangkan unsur hara lainnya mulai dari 35 dan 33% untuk Si, 47 dan 36% untuk K, 59 dan 34% untuk P, 44 dan 38% untuk Ca, 48 dan 42% untuk Mg, dan 61 dan 55% untuk Na (husnain,proseddingsemnas 2010) Penulis : dewa putu suartana,S.ST Email : dewa.black.19@gmail.com