Loading...

PEMBANGUNAN JALAN USAHA TANI DI KECAMATAN BATURETNO

PEMBANGUNAN JALAN USAHA TANI DI KECAMATAN BATURETNO
Dalam proses pasca panen, petani padi di Wilayah Kecamatan Baturetno seringkali menemui kesulitan dalam mengangkut hasil panennya. Tidak tersedianya akses jalan, cara pengangkutan hasil panen dengan tenaga manusia. Pengangkutan dengan tenaga manusia tidak efektif, apalagi kalau panen raya dimana tenaga angkut sangat terbatas. Hal ini menjadikan petani menunda panen untuk mengantri tenaga angkut. Pada beberapa wilayah masalah ini dapat diselesaikan dengan pembangunan Jalan Usaha Tani. Namun demikian tidak setiap wilayah bisa mulus dalam pembangunan Jalan Usaha Tani. Dalam membuat sebuah Jalan Usaha Tani, para petani yang lahannya dilalui JUT harus merelakan sebagian lahan sawahnya untuk dijadikan jalan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengampu kebijakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Selain pembebasan lahan untuk pembuatan jalan, masalah lain yang mungkin timbul adalah upaya pengerasan jalan usaha tani agar kuat dilalui mobil angkut. Namun hal ini bisa diselesaikan dengan mengajukan permohonan dana ke Dinas Pertanian. Pada beberapa wilayah pembangunan Jalan usaha tani menggunakan Dana Desa. Di Kecamatan Baturetno Kabupaten Wonogiri pada tahun 2017 ini mendapatkan alokasi pembangunan Jalan Usaha Tani dari Dana Investasi Agribisnis ( DIA) Hibah Water Resources And Irigation Management Program ( WISMP II ) yang tertuang pada DPA OPD Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Wonogiri TA 2017 sebesar Rp. 110.000.000,- (Seratus Sepuluh Juta Rupiah ). Selaku pelaksana adalah Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air ( GP3A ) yang dalam hal ini adalah GP3A Rukun Santoso, Daerah irigasi Temon, Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno. Panjang jalan Usaha Tani yang dapat dibangun adalah sepanjang 1100 meter. Dengan lebar perkerasan 2,5 meter, lebar bahu jalan 0,5 meter sehingga lebar jalan adalah 3,5 meter.Manfaat yang dapat dirasakan dengan pembangunan Jalan usaha Tani antara lain adalah tersedianya dan atau tercukupinya akses jalan keluar/masuk area produksi tanaman pangan; meningkatkan produktivitas tanaman pangan baik secara kuantitas maupun kualitas dan terjaminnya penyediaan bahan pangan secara berkelanjutan. yps