Loading...

PEMBELEJARAN SL-TEMATIK PERTANIAN ORGANIK, PRAKTEK PEMBUATAN PUPUK PADAT.

PEMBELEJARAN SL-TEMATIK PERTANIAN ORGANIK, PRAKTEK PEMBUATAN PUPUK PADAT.

Berdasarkan Permentan No. 03 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Nonfisik dana Ketahanan Pangan dan Pertanian Tahun Anggaran 2025, tentang pelaksaan SL Tematik yang diperuntukkan bagi petani. SL Tematik di kecamatan Mandau mengusung pertanian Organik dengan komoditi Tanaman Hortikultura. Kegiatan yang menjadi inti pelakasanaan pembelajaran SL Tematik adalah kursus tani. Dengan kursus tani diharapkan dapat memecahkan permasalahan yang timbul dalam usaha tani, menambah pengetahuan, meningkatkan keterampilan, menumbuhkan sikap positif dan kreativitas, serta mengembangkan sikap kepemimpinan petani.

Salah satu materi yang sangat diperlukan oleh petani adalah pembuatan pupuk organik padat atau bokashi. Keterampilan ini merupakan dasar yang harus dikuasai petani dalam melakukan kegiatan budidaya. Pada dasarnya pupuk organik bukan merupakan hal yang baru dalam dunia pertanian. Dahulu proses pengomposan memerlukan waktu yang lama, namun saat ini telah ditemukan beberapa teknik untuk mempercepat proses pengomposan, antara lain dengan menggunakan cara menambahkan bakteri atau mikrobia pengurai ke dalam bahan yang akan diproses. Pupuk organik juga biasanya dapat dilakukan dengan menggunakan kotoran hewan.

Kegiatan dilakukan dengan metode Demonstrasi Cara, diharapkan peserta dapat mempraktekkan di kelompok masing-masing. Pelatihan berjalan dengan baik, peserta dapat menyerap pembelajaran dengan baik, diskusi berjalan dengan baik dan para peserta saling berbagi pengalaman masing-masing dilapangan. Dalam kegiatan kursus tani pertemuan 8 yang dilaksanakan di Kecamatan Mandau pada 16 Desember 2025, Edi Supriono selaku narasumber menjelaskan dengan metode demonstrasi cara seperti berikut.

Bahan

  1. Kotoran ayam
  2. Dolomit
  3.  air
  4. M21
  5. Molase

Langkah kerja:

  1. Siapkan media pembuatan pupuk dan tempatkan di tempat sejuk tanpa terkena sinar matahari langsung ataupun air hujan
  2. Buat larutan dekomposer dari campuran M21, molase dan air
  3. Campurkan kotoran hewan dengan dedak padi/arang sekam dan aduk hingga rata
  4. Taburkan dekomposer tersebut ke larutan kotoran hewan secukupnya dan aduk sampai rata
  5. Taburkan jerami, dedak, sebagai lapisan kedua, kemudian siram dengan dekomposer yang sudah dibuat sebelumnya
  6. Tutup rapat bahan-bahan tersebut dengan jerami atau bisa juga karung goni
  7. Aduk adonan pupuk ini hingga merata di hari kedua dan tutup kembali secara rapat-rapat
  8. Cek secara berkala hasil adonan, jika tangan menjadi sangat panas ketika mengaduk adonan pupuk ini, tandanya pupuk belum siap untuk digunakan
  9. Cek kembali di hari keempat, yang mana biasanya saat kamu mengaduk adonan pupuk dengan tangan tidak akan terasa panas seperti sebelumnya. Jika begini, berarti pupuk organik siap untuk digunakan.

Pupuk Organik sangat dibutuhkan dalam berbudidaya. Pupuk Organik mempunyai banyak manfaat:

1.     Meningkatnya produktivitas dari lahan pertanian. Karena dengan meningkatnya kadar kandungan bahan organik dan unsur hara yang ada dalam tanah, maka dengan sendirinya akan memperbaiki sifat, kimia dan biologi tadi tanah atau lahan pertanian.

2.     Semakin mudahnya melakukan pengolahan lahan karena tanah semakin baik.

3.     Harga lebih murah, bisa buat sendiri dan bahannya sangat mudah mendapatkannya.

4.     Mengandung unsur mikro yang lebih lengkap daripada dengan pupuk kimia.

5.     Memberikan kehidupan bagi mikroorganisme tanah sehingga kesuburan tanah meningkat.