LATAR BELAKANG Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura dari jenis sayuran yang memiliki buah kecil dengan rasa yang pedas. Cabai jenis ini dibudidayakan oleh para petani karena banyak dibutuhkan masyarakat, tidak hanya dalam skala rumah tangga, tetapi juga digunakan dalam skala industri, dan dieksport ke luar negeri. Tanaman ini mempunyai banyak manfaat terutama pada buahnya, yaitu sebagai bumbu masak, bahan campuran industri makanan, dan sebagai bahan kosmetik. Selain buahnya, bagian lain dari tanaman ini seperti batang, daun, dan akarnya juga dapat digunakan sebagai obat-obatan. Cabai termasuk salah satu tanaman sayuran penting dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat di Indonesia. Selain sebagai penyedap rasa masakan, juga sebagai sumber vitamin (vitamin A, B1, dan C), protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor dan besi, serta mengandung senyawa koloid, capsaicin, flavonoid, dan minyak esensial, cabai berfungsi juga sebagai pembersih paru paru, pengobatan bronchitis, masuk angin, sinusitis, influenza, reumatik dan asma. pertumbuhan tanaman yang baik dapat tercapai apabila unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan berada dalam bentuk yang tersedia, seimbang dan konsentrasi yang optimum serta didukung oleh faktor lingkungannya. Hal ini sesuai dengan pendapat Dartius (1990) yang menyatakan bahwa ketersediaan unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman yang berada dalam keadaan cukup, maka hasil metabolisme akan membentuk protein, enzim, hormon dan karbohidrat sehingga pembesaran, perpanjangan dan pembelahan sel akan berlangsung cepat. Hampir seluruh wilayah kecamatan Grabagan berupa ladang/tegalan tadah hujan banyak di usahakan tanaman cabe. Rata-rata cabe yang di tanam petani adalah varitas lokal baik berupa cabe rawit maupun cabe keriting.di akui hasil cabe kecamatan Grabagan sudah merambah pasar lokal maupun regional, bahkan mampu menembus luar pulau.Tentu hal ini adalah peluang usaha yang menjanjikan bagi pelaku usaha (petani). Kebutuhan bibit cabe yang di tanam petani di lahan miliknya merupakan hasil pembenihan sendiri. Kendatipun demikian ada beberapa orang petani yang menekuni usaha pembibitan cabe untuk mencukupi kebutuhan bibit cabe baik untuk petani lokal Grabagan maupun petani di luargrabagan.agar dapat menghasilkan bibit cabe yang sehat, berkualitas ada kiat untuk memilih buah cabe yang akan di gunakan pembenihan antara lain: 1. Harus di dapatkan dari indukan lokal tanaman cabe yang sehat,bebas dari penyakit dengan cara melakukan sortasi secara selektif2. Buah cabe yang akan di gunakan persemaian harus tua dan masak sehingga diharapkan mampu menurunkan bibit yang berkualitas3. Benih cabe yang disiapkan untuk bibit di jemur di bawah panas matahari hingga kering4. Calon benih di simpan beberapa lama di dalam karung atau tempat yang aman5. Benih cabe yang sudah kering di tumbuk untuk mengeluarkan/memisahkan biji dengan kulitnya.Persiapan lahan untuk pembuatan bedengan cabe antara lain sebagai berikut:1. Menyiapkan lahan yang akan di gunakan persemaian harus bebas dari gulma,batu kerikil,tanaman pengganggu,dll2. Mencangkul atau membajak lahan tersebut hingga mendapatkan tekstur tanah yang gembur atau olah tanah secara sempurna3. Jika memungkinkan pasang paranet sebagai pengaman benih dari serangan hama penyakit4. Usahakan membuat guludan,bedengan dengan arah membujur ke barat-timur dengan tujuan agar tanaman mendapat penyinaran matahari yang cukup5. Buatlah guludan/bedengan ukura lebar 1 meter xpanjang 10 meter dengan tinggi guludan 20 cm6. Taburkan fungisida, pupuk kandang yang sudah dicampur dengan tanah secara merata agar media pembenihan dapat mengasilkan bibit cabe sesuai harapan7. Siapkan drum air untuk menyiram pesemaian. Langkah menyemai cabai adalah sebagai berikut:1. Tanah guludan yang sudah diolah siap untuk di semai benih cabe2. Benih cabai yang sudah di siapkan di tabur secara merata di atas permukaan tanah guludan3. Diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi penmpukan benih di salah satu guludan4. Tutuplah permukaan guludan dengan tanah abu atau pupuk tipis merata,kemudian bagian paling atas ditutup dengan damen dan di lakukan penyiraman secara merata5. Diharapkan benih tumbuh hingga mencapai umur 60 hari setelah tanah bibit siap di pindah tanam.Perhitungan analisa usaha sebagai berikut: Membuat bedengan/guludan ukuran di tanah 10 x 6 m = 300.000Pupuk kandang 1 rit =175.000Cabe untuk benih 50 kg @ 50.000 =250.000Paranet 60 m @ 12.5000 =750.000Air PDAM selama 2 bulan =150.000 Gembor = 50.000Fungisida 5kg @ 40.000 =200.000Bambu 10 batang @ 25.000 =250.000 ------------------------ Jumlah = 1.975.000 Harga rata-rata bibit cabe per m2 Rp 125.000.Pada lahan ukuran 10 x 6 tersedia guludan 5 lajur berukuran 10 x 1 m dapat menghasilkan pemasukan 6.250.000 dalam masa waktu 60 hari.Pendapatan bersih =6.250.000 – 1.975.000 = 4.275.000 Penulis : Y. Tikno Gunawan (Penyuluh Pertanian, Kec. Grabgan)