Prinsip Dasar Produksi Benih TembakauBudidaya tembakau pada prinsipnya terbagi dua, yaitu memroduksi daun dan memroduksi benih. Ketika goal-nya produksi daun, maka karakter agronomisnya lebih menonjol. Sebaliknya, jika goal-nya adalah benih, maka karakter genetisnya yang dominan.Aspek Produksi BenihDua aspek penting dalam memroduksi tembakau adalah dengan memperhatikan aspek genetis dan agronomis. Yang dimaksud dengan aspek genetis adalah fokus pada kemurnian genetisnya. Sedangkan aspek agronomis meliputi kuantitas, mutu fisik, dan mutu fisiologis.Mutu benih akan baik jika terpenuhi persyaratan lahan produksi, jelas benih sumber dan sumber benihnya dengan mengikuti kaidah tingkatan alur pembenihan dan jelas asal-usul benihnya serta telah memenuhi persyaratan uji laboratorium.Syarat Lahan ProduksiLahan persemaian dan lahan penangkaran adalah dua jenis lahan yang dibutuhkan untuk pembenihan. Syarat lahan persemaian yang baik adalah dekat dengan lahan penangkaran, terbuka, subur, dekat sumber air, drainase baik, bebas dari gulma dan sumber inang OPT (Organisme Pengganggu Tanaman-red) serta bukan lahan bekas tembakau. Kemudian untuk lahan penangkaran, syaratnya yakni: subur, dekat sumber air, drainase baik, bebas dari gulma dan sumber inang OPT, mudah dijangkau oleh petugas atau pengawas benih serta isolasi jarak minimal 200 m untuk Kebun Benih Dasar dan 100 m untuk Kebun Benih Sebar. Sedangkan persyaratan agroklimat untuk lahan pembenihan adalah sama dengan daerah pengembangan tembakau yang ditangkarkan benihnya, musim hujan dan kemarau tegas serta fase generatif sampai dengan pemasakan buah jatuh pada musim kemarau.Pemeriksaan LapangPemeriksaan lapang juga tak kalah penting dilakukan untuk mengetahui kesesuaian dokumen, kondisi kebun penangkaran dan kondisi tanaman, pemeriksaan kondisi lapang dilakukan paling lambat satu minggu sebelum pengolahan lahan. Pemeriksaan tanaman paling sedikit dilakukan dua kali yaitu saat fase awal pembungaan dan awal buah kering. Pemeriksaan saat fase awal pembungaan sekaligus dilakukan seleksi tipe simpang dan tanaman yang kurang layak. Untuk penangkaran benih dasar seleksi dilakukan terhadap semua tanaman dan untuk benih sebar dilakukan menggunakan sampel pada petak contoh.Sebagai upaya mengetahui karakter benih tembakau yang dihasilkan, telah dilakukan beberapa perlakuan pada tanaman tembakau. Perlakuannya adalah daun tembakau dipetik dengan variasi jumlah untuk mengetahui pengaruh jumlah daun yang dipetik terhadap jumlah bunga yang dihasilkan. Variasi jumlah daun yang dipetik adalah 0 daun, 5 daun, 10 daun, dan 15 daun. Dari perlakuan tersebut ditemukan bahwa tembakau yang tidak dipetik daunnya memiliki jumlah bunga paling banyak sekitar 175 bunga, sedangkan yang tembakau yang dipetik hingg 15 daun memiliki jumlah bunga paling sedikit sekitar 130 bunga. Kesimpulannya, semakin banyak daun yang dipetik, maka kemampuan tanaman melakukan fotosintesis semakin terbatas sehingga mempengaruhi kemampuan menghasilkan bunga.Pelaksanaan Sertifikasi : Sertifikasi di laksanakan di th 2017Hasil sertifikasi : bahwa tembakau jenis Paiton I dan Paiton II yang dibudidayakan oleh Poktan Barokah 04 Desa Bucor Kulon Kecamatan Pakuniran Lulus sertifikasi.Oleh: Julaihin