Loading...

Pembentukan Kelompok Tani "Tunas Muda" Desa Rantau Karau Tengah Kec. Sungai Pandan

Pembentukan Kelompok Tani "Tunas Muda" Desa Rantau Karau Tengah Kec. Sungai Pandan
Telah dilaksanakan pembentukan kelompok tani pada hari Kamis tanggal 2 Juli 2020 di desa Rantau Katau Tengah dengan nama Tunas Muda yang didampingi oleh Penyuluh WKPP Farida Adriani, SP, turut di ketahui dan disahkan oleh Kepala Desa Rantau Karau Tengah (Muhammad Saderi, S.Psi.I) dan berdasarkan kesepakatan bersama, yang menjabat sebagai ketua adalah Novita Sari, Sekretaris adalah Sumiati dan Bendahara adalah Kamilah, dengan jumlah anggota 23 orang, semua itu tertuang dalam sebuah Berita Acara Pembentukan Kelompok Tani. Koodinator BPP (Ratu Ida Royani, A.Md) dan KJF Kecamatan (Widya Dewi, SP) turut mengetahui dan menandatangani pembentukan kelompok tani tersebut. Tindak lanjutnya adalah semua data pengurus dan anggota ini akan di masukkan ke dalam SIMLUHTAN, yang berisi data Nama, NIK, Status Keanggotaan, Komoditas Yang Diusahakan, Luas Lahan dan Status Kepemilikan Lahan. Sistem Informasi Ketenagaan Penyuluhan Pertanian (Simluh) merupakan System Informasi Manajemen yang dibangun untuk meningkatkan kinerja manajemen Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian dalam menyajikan data dan informasi penyuluh pertanian. Termasuk data kelompok tani ini. Menurut SK Menteri Pertanian RI Nomor : 273/Kpts/OT.160/4/2007, kelompok tani adalah kumpulan petani / peternak yang di bentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumberdaya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota Dengan dibentuk dan bergabungnya petani dalam kelompok tani diharapkan dapat lebih mandiri, Penyuluh dapat mendampingi untuk membantu menggali potensi di kelompok tani dan menciptakan hubungan yang dinamis, memecahkan masalah dalam usahatani anggota agar lebih efektif, mempermudah untuk mengakses informasi pasar dan sumberdaya lainnya dan kelompok dapat mengambil keputusan secara mandiri dengan cara menambah frekuensi kunjungan di lapangan. Walaupun di lapangan Penyuluh sering mengalami kendala baik secara internal maupun eksternal, namun desa sangat mengapresiasi pembentukan kelompok tani ini karena masih ada petani yang belum bergabung dalam kelompok tani. (Farida Adriani, SP)