Loading...

PEMBERDAYAAN EKONOMI DAERAH DENGAN PENGUATAN KETAHANAN PANGAN MELALUI PENGEMBANGAN KLASTER CABE DI KABUPATEN MINAHASA

PEMBERDAYAAN EKONOMI DAERAH DENGAN PENGUATAN KETAHANAN PANGAN MELALUI  PENGEMBANGAN KLASTER CABE  DI KABUPATEN MINAHASA
Salah satu tugas dan fungsi Pemerintah Daerah adalah mendukung Pemerintah Pusat dalam rangka memecahkan setiap permasalahan yang mempengaruhi tingkat inflasi serta pertumbuhan ekonomi nasional, akhir-akhir ini secara nasional sektor pertanian dikejutkan dengan melonjaknya harga cabe dan bawang merah di pasaran dan sangat berpengaruh terhadap tingkat inflasi perekonomian negara, serta daya beli masyarakat. Dalam rangka mengantisipasi permasalahan tersebut diatas maka Pemerintah Kabupaten Minahasa di tahun 2014 ini telah bekerjasama dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Utara menjadikan Minahasa sebagai Kabupaten Cabe yang ditindaklanjuti dengan Penandatangan Mou antara Pemerintah Kabupaten Minahasa dengan pihak Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Utara. Terpilihnya Cabe karena sampai saat ini masih menjadi primadona bagi kebanyakan petani sayuran di Indonesia, baik petani sayuran sejati maupun petani dadakan yang sengaja terjun ke pertanian karena tergiur melihat hitung-hitungan beragribisnis buah berasa pedas ini. Prospek komoditi cabe sangatlah baik karena cabe termasuk dalam 6 (enam) besar dari komoditi sayuran yang diekspor, selain bawang merah, tomat, kentang, kubis dan kol bunga (termasuk didalamnya broccoli). Walaupun harga benihnya mahal dan membutuhkan modal besar untuk membudidayakannya. Untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di Manado, Minahasa dan sekitarnya sebagian besar Cabe masih didatangkan dari luar daerah seperti Surabaya dan Makasar. Karena produksi di daerah-daerah komoditi cabe di Sulawesi Utara belum mencukupi permintaan kebutuhan pasar lokal. Penyebabnya adalah karena daerah-daerah sentra produksi di Sulawesi Utara masih kurang, faktor lain juga yaitu penerapan sistem budidaya tradisional yang hanya mengandalkan populasi yang tinggi tanpa diimbangi dengan penerapan teknologi budidaya yang intensif dan kurangnya pengetahuan akan budidaya cabe. Sebagai langkah awal kerjasama ini dilaksanakan Pelatihan Teknologi Budidaya Cabe, Kelembagaan dan Sertifikasi Lahan Mendukung Program Minahasa Sebagai Kabupaten Cabe bagi Penyuluh Pertanian, Pelaku Utama serta Pelaku Usaha yang dihadiri oleh Bupati Minahasa Bapak Drs. Jantje Wowiling Sajouw, Msi, Assisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bapak DR. Wilford Siagian, Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara, Kepala BP4K Minahasa Bapak Ir. Suhban Frans Torar dan Bapak Pieter Tangka sebagai Pelaku Usaha. Pelatihan dilaksanakan di Gedung Wulan SMK Tondano selama 3 hari. Ana Laura S. Sahid/Admin Minahasa