Loading...

Pemberdayaan GP-PTT untuk Peningkatan Produksi Jagung

Pemberdayaan GP-PTT  untuk Peningkatan Produksi Jagung
Bantuan Sosial Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu yang selanjutnya di singkat dengan Bansos GP-PTT merupakan kegiatan peningkatan produktivitas yang difokuskan melalui pola kawasan yang terintegrasi dari hulu sampai hilir, peningkatan jumlah paket bantuan sebagai instrumen stimulan, serta dukungan pendampingan dan pengawalan. GP-PTT ini merupakan penyempurnaan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2008. Pada tahun 2015, melalui APBN telah menganggarkan untuk Bansos GP-PTT Jagung yang bantuannya digunakan untuk pembelian benih varietas unggul bersertifikat non subsidi, pembelian pupuk bersubsidi dan juga untuk membiayai pertemuan kelompok (pemberdayaan kelompok). Melalui pemberdayaan GP-PTT khususnya jagung, petani diharapkan dapat menerapkan ilmu yang mereka peroleh saat mendapat kegiatan SL-PTT, mereka juga mampu menganalisis, menyimpulkan dan menerapkan (melakukan/mengalami kembali), menghadapi dan memecahkan masalah-masalah terutama dalam hal teknik budidaya dengan mengkaji berdasarkan spesifik lokasi. Pemberdayaan GP-PTT jagung diarahkan untuk peningkatan kapasitas petani dan pembenahan manajemen kelompok tani. 1. Peningkatan kapasitas petani Pemberdayaan dan peningkatan kapasitas petani peserta diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan petani di bidang budidaya jagung yang baik sesuai dengan kondisi spesifik lokasi sehingga pertanaman akan mencapai produktivitas yang optimal. Dalam kaitan ini petani akan diarahkan untuk mengadopsi sistem Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Jika dimungkinkan, petani mengadopsi seluruh komponen PTT ditambah dengan komponen teknologi lain dari sumber-sumber lain. Sehubungan dengan tujuan tersebut maka peningkatan kapasitas petani akan dilakukan oleh penyuluh/BP3K/BPP didukung oleh BPTP dan Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten/Kota ditambah/diperkuat oleh pemangku kepentingan lain seperti produsen benih, pupuk, atau pestisida. Lembaga lain seperti LSM, perguruan tinggi serta instansi pemerintah lainnya juga diperbolehkan untuk berbagi teknologi kepada petani peserta GP-PTT. Menganut prinsip spesifik lokasi dan partisipatif, peningkatan kapasitas petani peserta GP-PTT akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik lokasi. Dalam kaitan ini petani memilih topik pelatihan yang dikehendaki sesuai dengan kebutuhannya atau topik pelatihan untuk memperkuat titik lemah sistem produksi. Selanjutnya, pelatihan bisa menghadirkan narasumber sesuai dengan topik yang dipilih. Pemangku kepentingan (khususnya produsen benih, pestisida dan pupuk) diminta memberikan pelayanan/pendampingan agar aplikasi produknya tepat sesuai arahan teknisnya. 2. Peningkatan kelembagaan pengelola GP-PTT Salah satu penentu keberhasilan GP-PTT terletak pada kemampuan manajemen kelembagaan Gapoktan dalam mengorganisasikan faktor-faktor produksi yang diperlukan serta mendorong partisipasi aktif seluruh petani anggota. Agar Gapoktan dapat menjalankan fungsi tersebut maka perlu dilakukan pendampingan kepada pengurus dalam hal akuntabilitas organisasi, pengelolaan sumberdaya (termasuk sumberdaya modal dan keuangan), dan komunikasi dengan pihak ketiga. Pendampingan di bidang akuntabilitas organisasi perlu meliputi aspek transparansi pengelolaan keuangan, partisipasi dalam pengambilan keputusan dan kesetaraan dalam akses terhadap manfaat program dan sumberdaya organisasi. Pendampingan di bidang pengelolaan sumberdaya antara lain meliputi manajemen pelayanan jasa alsintan dan pasca panen serta pengadaan sarana produksi. Sedangkan pemberdayaan di bidang komunikasi dengan pihak ketiga antara lain meliputi berbagai aspek (termasuk aspek hukum) terkait dengan kemitraan atau kontrak kerjasama dengan pihak ketiga. Pemberdayaan kelompok/gapoktan dilaksanakan oleh penyuluh/BP3K. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, sehingga banyak para petani menanam jagung dengan sistem kawasan melalui gerakan penerapan PTT, sehingga produksi jagung dapat meningkat serta dapat memberikan konstribusi terhadap pencapaian swasembada berkelanjutan jagung di Negara kita dan petani kita semakin sejahtera kehidupannya. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.com Sumber : 1) Pedoman Teknis GP-PTT Jagung 2015, Direktorat Serealia.