Pemberdayaan Kebun Sekolah Sd Di Desa Beringin Makmur
Kepala Sekolah SD, Dewan Guru Bersama -sama Penyuluh Pertanian, di Desa Beringin Makmur Kecamatnan Kerumutan Kabupaten Pelalawan, mengajak anak-anak didik mereka untuk menata pekarangan sekolah menjadi kebun dengan aneka ragam tanaman. Kebun ini juga sebagai media pembelajaran yang dapat terintegrasi dengan mata pelajaran sekolah.“Kebun ini dibuat setelah ada pelatihan tentang integrasi lingkungan hidup. Kami tertantang untuk membuat kebun dan menjadikan kebun ini sebagai media belajar,Ujar Kepala Sekolah, guru SDN Beringin Makmur. Pemberdayaan penyuluhan yang dilaksanakan Bulan lalu oleh penyuluh pendamping tentang “Integrasi Lingkungan Hidup dalam Pembelajaran di Sekolah” rupanya memberi semangat bagi para guru untuk menyediakan media belajar baru bagi anak-anak. Jika biasanya kegiatan belajar mengajar hanya dilakukan di dalam kelas, kini para guru mulai mengajak anak-anak untuk belajar di luar kelas. Meskipun belum optimal, para guru mulai mempraktekkan hasil pelatihan, yakni mengintegrasikan kebun sekolah dengan mata pelajaran yang diajarkan. Pemilihan kebun sekolah sebagai media belajar juga sebagai upaya untuk mendekatkan anak-anak kepada budaya pertanian yang dekat dengan kehidupan mereka.“Sekarang kan mulai jarang anak-anak yang dibawa ke kebun, nah dengan kebun ini jadi mengenalkan mereka lagi kepada kegiatan-kegiatan pertanian". Kepala Sekolah, guru SDN Beringin Makmur, mengakui manfaat dari kegiatan berkebun ini dengan proses belajar mengajar.“Kebun ini jadi penting sebagai media pembelajaran, anak-anak jadi tidak hanya belajar dari buku tapi juga dari lingkungan sekitar sekolah, salah satunya kebun Sekolah ini,” .Seluruh proses berkebun tidak hanya dikerjakan oleh guru, tapi juga melibatkan para murid. Di SDN Beringin Makmur, setiap kelas memiliki tanggung jawab sendiri untuk merawat kebunnya masing-masing. anak-anak membawa benihnya sendiri dari rumah, lalu menanamnya di kebun sekolah. Para guru di SD Beringin Makmur berharap anak-anak didik mereka semakin melihat kegiatan pertanian atau berkebun sebagai kegiatan yang menyenangkan, sehingga mereka tidak meninggalkan budaya bertani yang merupakan identitas mereka.“Yang jelas anak-anak juga jadi lebih menghargai proses penyediaan makanan yang mereka makan dan belajar menyediakan pangan tanpa harus beli. PENULIS PENYULUH PERTANIAN PERTAMA BPP KECAMATAN KERUMUTAN ANAH.SP