Loading...

Pemberdayaan Kelembagaan Petani Jeruk

Pemberdayaan Kelembagaan Petani Jeruk
Peran kelembagaan petani jeruk dalam pelaksanaan kemitraan sangat penting, oleh karena itu kemitraan dengan kelembagaan yang mendukung merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam memacu dan menyelaraskan kerjasama di antara pelaku utama. Upaya peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus melalui kelompok. Dengan demikian, kemitraan yang melibatkan sekelompok petani jeruk perlu terus dibina dan dikembangkan untuk mewujudkan skala ekonomi. Dengan kondisi ini, diperlukan pengorganisasian petani jeruk dalam kelompok agar menjadi suatu kekuatan yang dapat mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi sehingga terjalin kerjasama antara individu petani jeruk dalam wadah kelompok. Kelompoktani jeruk berfungsi sebagai (1) kelas belajar mengajar untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, (2) sebagai unit produksi untuk mencapai skala ekonomis, dan (3) sebagai wahana kerjasama pengelolaan usaha tani mulai dari pengadaan sarana produksi, kegiatan budidaya, pengolahan dan pemasaran hasil. Bentuk pemberdayaan kelompoktani dalam pengembangan agribisnis jeruk antara lain: Pendekatan KelompokBimbingan dan pembinaan dilakukan melalui pendekatan kelompok, sehingga menumbuhkan kekuatan dari kelompok tersebut dengan didasarkan atas faktor-faktor pengikat (1) adanya kepentingan bersama antar anggotanya, (2) adanya kesamaan kondisi sumber daya alam dalam berusahatani, (3) adanya kondisi masyarakat dan kehidupan sosial yang sama, (4) adanya saling percaya antara sesama anggotanya, dan (5) adanya kepemimpinan kelompok. Dengan pendekatan kelompok ini, akan terjalin kerjasama antar individu anggota kelompok dalam proses belajar, proses berproduksi, pengolahan, dan pemasaran hasil untuk peningkatan pendapatan. Pendekatan KemitraanMemberlakukan petani jeruk sebagai mitra kerja, bukan sebagai bawahan. Dengan melibatkan kelompoktani dalam seluruh proses pengambilan keputusan menjadikan kelompoktani sebagai mitra kerja yang aktif. Swadaya dan MandiriBimbingan dan dukungan kemudahan yang diberikan harus mampu menumbuhkan keswadayaan dan kemandirian, bukan ketergantungan. Belajar Sambil BekerjaMemberikan bimbingan langsung di lapangan melalui proses melakukan sendiri, mengalami sendiri.Langkah-langkah operasional pemberdayaan kelompoktani jeruk adalah:1. Mendorong dan membimbing pembentukan kelompoktani;2. Mendorong dan membimbing pengembangan organisasi petani dalam bentuk asosiasi, gapoktan, koperasi, dll.;3. Mendorong dan membimbing pelaksanaan usaha bersama;4. Membina kemampuan kerjasama para petani dalam kelompoktani, kerjasama antar kelompoktani, dan kerjasama kelompoktani dengan perusahaan mitra; dan5. Mengembangkan kemandirian kelompoktani melalui peningkatan kepemimpinan, dinamika dan kemampuan manajerial kelompoktani dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proses usaha tani. Peran Perusahaan MitraUntuk mewujudkan kemitraan usaha yang mampu memberdayakan kelompoktani jeruk, maka pengusaha (perusahaan mitra) melaksanakan pembinaan terhadap kelompoktani sebagai kelompok mitra dalam hal:1. Meningkatkan kualitas SDM petani jeruk, dalam bidang kewirausahaan, manajemen, dan keterampilan teknis produksi baik melalui pendidikan, pelatihan, dan magang;2. Menyusun rencana usaha kelompoktani untuk disepakati bersama;3. Sebagai penyandang dana/penjamin kredit untuk permodalan kelompoktani;4. Memberikan bimbingan teknologi pada petani/kelompok;5. Memberikan pelayanan dan penyediaan sarana produksi kepada petani/kelompoktani untuk keperluan usaha bersama;6. Mengupayakan promosi hasil produksi untuk memperoleh pasar yang baik. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian