Loading...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Matagual dalam Pembuatan Silase Untuk Pakan Sapi

Pemberdayaan  Masyarakat Desa Matagual dalam Pembuatan Silase Untuk Pakan Sapi
Dalam program pemberdayaan masyarakat desa Matagual Kecamatan batin XXIV kabupaten Batang Hari berupaya meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan masyarakat desa melalui kegiatan pemberdayaan desa. Adapun judul pemberdayaan adalah pembuatan silase untuk pakan sapi Silase adalah pakan hijauan yang telah diawetkan dengan cara disimpan dalam tempat kedap udara (anaerob) selama kurang lebih tiga minggu sehingga terjadi proses fermentasi. Bukan hanya rumput atau daun-daunan, tetapi limbah pertanian seperti batang dan daun jagung juga bisa diawetkan hingga menjadi silase. Metode pembuatan silase yang digunakan di sini adalah metode pencampuran. Artinya, dalam pembuatannya, hijauan dicampurkan dengan bahan starter (bisa berupa molasses/tetes, dedak padi, onggok, dll). Tanaman jagung yang biasanya dibuat silase adalah yang telah berumur 75-90 hari atau rumput biasanya sebelum mulai berbunga. Setelah dipanen, hijauan dilayukan dahulu selama satu hari satu malam agar kadar airnya turun menjadi 60-70%. Setelah layu, hijauan dirajang hingga mencapai ukuran 3-5 cm. Selanjutnya potongan hijauan dimasukkan ke dalam tempat penyimpanan (silo) sambil dipadatkan dengan cara diinjak-injak.berbarengan dengan proses pemadatan, dilakukan pemberian starter secara berlapis. Setiap ketebalan sekitar 20 cm lalu starter ditaburkan atau disiram secara merata. Khusus penggunaan molasses/tetes sebagai bahan starter sebelum digunakan sebaiknya dilakukan pengenceran dengan perbandingan 1:4 . total penggunaan bahan starter tidak lebih dari 3% dari berat hijauan yang diawetkan. Silo diisi sampai penuh kemudian ditutup rapat dengan plastik atau bahan lain yang kedap udara dan tidak rembes air. Diamkan hijauan, setelah sekitar tiga minggu baru dapat diberikan kepada ternak. Cirri-ciri silase berkualitas baik : berbau harum, tidak berjamur, tidak menggumpal dan berwarna kehijau-hijauan serta memiliki pH antara 4-4,5. Silase yang baru diambil dari silo/tempat penyimpanan tidak boleh langsung diberikan kepada ternak tetapi harus diangin-anginkan atau dijemur terlebih dulu. Umumnya silase yang diambil pada pagi hari baru diberikan pada sore hari dan yang diambil sore baru diberikan pada pagi harinya. Pemberian silase sebaiknya dilakukan secara bertahap agar sapi dapat beradaptasi dengan pakan yang baru. Pemberian disesuaikan dengan berat badan sapi, umumnya berkisar 10-20 kg per ekor per hari dan jangan melebihi 60% dari jumlah hijauan yang diberikan. Ditulis kembali oleh: Asbirudin, SP (Koordinator BPP Batin XXIV) Sumber : Sinar Tani edisi 9-15 Maret 2016 No.3646 Tahun XLVI