Upaya meningkatkan produktivitas usaha tani jagung akan berhubungan dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Dalam pelaksanaannya, upaya peningkatan produktivitas tidak terlepas dari penggunaan inovasi baru, salah satunya pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu Jagung. PTT adalah pendekatan dalam pengelaolaan lahan, air, tanaman, organism pengganggu tanaman (OPT), dan iklim secara terpadu dan berkelanjutan dalam upaya peningkatan produktivitas, pendapatan petani, dan kelestarian lingkungan. Dalam pendekatan PTT jagung, terdapat beberapa komponen teknologi usahatani jagung, mulai dari budidaya hingga penanganan pasca panen. Dalam pendekatan PTT terdapat dua komponen teknologi, yaitu komponen dasar, dan komponen pilihan.Diperlukan berbagai pendekatan untuk mengubah perilaku petani agar tau, mau dan mampu menggunakan inovasi baru. Salah satu pendekatan yang selama ini dilakukan adalah melalui Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu Jagung (SL-PTT Jagung). Pengertian SLPTTSekolah Lapang PTT adalah sekolah yang seluruh proses belajar-mengajarnya dilakukan di lapangan. Kelas yang digunakan pada SL-PTT adalah hamparan sawah milik petani peserta program penerapan PTT atau disebut hamparan SL-PTT. Dalam setiap hamparan SL-PTT terdapat tempat praktek dan belajar bersama seluruh peserta dalam satu hamparan SL-PTT yang disebut Labiratorium Lapang (LL). Dalam SL-PTT tidak dikenal istilah "guru", namun dikenal pemandu. Proses belajar bersama dalam SL-PTT mengacu pada kurikulum yang ada. Selain itu, dalam pelaksanaan SL-PTT juga dilakukan evaluasi sebelum dan setelah kegiatan. SL-PTT, memiliki beberapa penciri, diantanya:• Peserta dan pemandu saling member dan menghargai• Perencanaan dan pengambilan keputusan dilakukan bersama dengan kelompok tani (poktan) atau gabungan kelompok tani (gapoktan).• Komponen teknologi yang akan diterapkan berdasarkan hasil penggalian kebutuhan, peluang, potensi, kendala yang dilakukan bersama peserta.• Pemandu tidak mengajari petani, tetapi petani belajar dengan inisiatif sendiri, pemandu sebagai fasilitator memberikan bimbingan.• Materi latihan, praktek, dan sarana belajar ada di lapangan.• Kurikulum dirancang untuk satu musim tanam, sehingga dalam periode tersebut diharapkan terdapat 10-14 kali pertemuan antara pemandu dan peserta. Prinsip Pendidikan dalam SL-PTTPrinsip belajar yang digunakan dalam SL-PTT adalah prinsip pendidikan untuk orang dewasa, yang mengacu pada pengalaman sendiri. Proses pembelajaran dalam SL-PTT diawali dari kegiatan yang memberikan pengalaman pribadi, mengungkapkan pengalaman, menganalisis masalah, dan menyimpulkan hasil kegiatan. Dalam pelaksanaannya, proses pendidikan pada SL-PTT mencakup tiga aspek besar, yaitu:• Aspek Teknologi: Keterampilan dan pengetahuanAspek teknologi merupakan salah satu materi yang disampaikan dalam SL-PTT. Petani ditingkatkan pengetahuannya, kemauanannya, dan kemampuannya dalam usahatani jagung dengan menggunakan inovasi-inovasi baru, serta kemampuan menganalisis usahataninya. Seperti, analisis terhadap ambang ekonomi serangan hama penyakit, analisis perubahan iklim, analisis kecukupan hara bagi tanaman, serta system pengairan. • Aspek hubungan antar petani: interaksi dan komunikasiDalam proses pembelajaran SL-PTT, petani didorong untuk saling berinteraksi dan bekerjasama, serta melakukan analisis bersama.• Aspek pengelolaan: manager di lahan usahatani sendiri Dalam SL-PTT, petani peserta didorong untuk mampu menganalisis masalah yang dihadapi dan membuat keputusan tentang tindakan untuk mengatasi masalah yang terjadi. Sumber: Departemen Pertanian. 2008. Panduan Pelaksanaan Sekolah lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Jagung. Departemen Pertanian. Jakarta. Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian)Email: ume_humaedah@yahoo.com