- Kacang Tanah ( Arachis hypogaea L Merr ) merupakan tanaman pangan yang mendapat perioritas kedua untuk dikembangkan setelah tanaman padi. Selain itu kacang tanah mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan merupakan sumber protein nabati. - Umumnya kacang tanah ditanam setelah bertanam padi, namun dengan berbagai teknologi, kacang tanah dapat ditanam pada saat bersamaan dengan bertanam padi di ladang. Tanah dibajak 2 kali dengan kedalaman pengolahan (15-20 cm), garu dan diratakan, buat bedengan dengan lebar 3-4 m, antar bedengan dibuat saluran drainase dengan kedalaman 30 cm, lebar 20 cm. - Penanaman dilakukan dengan cara tugal, jarak tanam yang digunakan 40 cm, sebelum tanam biji diberi perlakuan insektisida untuk merapikan tanaman digunakan tali raffia sebagai jarak tanam, dan diberikan pupuk kandang pada tanah sebagai penutup lubang tanam sebanyak 25 g/lubang tanam. - Dosis pupuk yang diberikan secara umum 50-100 kg urea + 50-150 ponska dan ZA 50 kg, pupuk urea +Ponska dan Za diaplikasikan pada umur 15-25 hari setelah tanam. - Varietas unggul yang digunakan adalah varietas yang tahan terhadap penyakit, antara lain jenis Bima dan Domba. Varietas Bima dan Domba umumnya ;(a) dapat di panen pada umur 90-95 hari,(b) umur berbunga 28-31 hari;(c) jumlah polong/tanaman 14-20 buah; bentuknya berpinggang, perut kecil agak melengkung, kulit agak kasa;bentuk biji lonjong, datar pada ujungnya.(d) jumlah biji/polong 3-4 biji;warna ginofor ungu;warna hipokotil ungu;(e) daya hasil 1,60-2,50 ton/ha;agak tahan penyakit layu;rentan terhadap penyakit karat dan bercak daun. - Pemberian pupuk diberikan secara tugal dengan jarak 5 cm dari pohon/lubang tanaman, pupuk ditutupi dengan tanah untuk menghindari penguapan atau erosi. Untuk menghindari efek samping (tanaman mati) sebaiknya pemberian pupuk dilakukan pada saat setelah hujan (tanah dalam keadaan lembab).- Pembumbunan dilakukan untuk membuat ginofor yang terbentuk agar dengan mudah semuanya masuk kedalam tanah.- Hama yang banyak menyerang adalah: Empoasca sp, Aphis sp,Spodoptera sp,Helicoverpa armigera, dan Anisolabis annulipes. Sedangkan penyakit yang biasa menyerang antara lain: Cercosporidim arachis, Cercosporidim personatum, Aspergilus riger, Aspergilus flavus dan Risoctonia solanacerum- Penyiangan dilakukan pada kondisi tanah yang kering untuk menghindari pengerasan tanah, pada tanah yang keras/tidak gembur dapat mengakibatkan terhambatnya pembentukan polong. Sebaiknya penyiangan dilakukan pada awal pertumbuhan vegetatif (10-25 hst), perlu diingat pada saat melaksanakan penyiangan diusahakan belum ada pembungaan karena akan mengganggu penyerbukkan.- Panen dan Pengeringan Kacang Tanah dipanen pada saat polong masak yang ditan- dai dengan adanya garis-garis coklat kehitaman pada sisi bagian dalam kulit polong. Setelah dipanen, kacang tanag dikeringkan, agar daya simpannya menjadi lama dan terhindar dari jamur yang dapat menurunkan mutu kacang tanah. Oleh : Ir. Meutia Safrida Penyuluh Pertanian Madya. Sumber : BPTP Sulawesi Selatan. Teknologi Bertanam Kacang Tanah.