Kelapa salah satu tanaman serbaguna yang dapat dimanfaatkan mulai dari akar, daun, batang (sebagai bahan bangunan), bunga, buah (untuk kopra, nata de coco, minyak goreng dll) bahkan limbahnya (sabut kelapa dan batok kelapayang dapat digunakan sebagai bahan bakar). Dengan produksi setara 3,2 juta ton setara kopra, dimana lebih dari 98% diusahakan oleh perkebunan rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia antara lain provinsi Riau (627.978 ha), Sulawesi Utara (268.737 ha), Jawa Tengah (234.453 ha), Jawa Timur (288.841 ha) dan Jawa Barat (190.552 ha). Permasalahan yang dihadapi petani kelapa adalah produktivitas tanaman kelapa masih rendah yaitu sekitar 1,2 ton/ha atau sekitar 50% dari potensi produksinya. Produksi kelapa 98% dihasilkan dari perkebunan rakyat dan belum dibudidayakan dengan baik dan benar. Pengembangan tanaman kelapa selain harus didukung ketersediaan teknologi budidaya juga didukung sumberdaya manusia yang kompeten. Sehubungan dengan hal tersebut guna mempercepat pemahaman tentang budidaya kelapa yang baik, perlu dilakukan sosialisasi/penyuluhan melalui kelompoktani/kelembagaan petani. Untuk itu perlu dilakukan penyadaran pada masyarakat tentang perlunya dilakukan pemberdayaan petani kelapa sebagai pelaku budidaya tanaman kelapa. Pemungutan hasilPandan setelah berumur dua tahun, sudah dapat diambil daunnya. Panen saat panen pertama, dilakukan dengan hanya memungut satu atau dua daun pada satu sisi dan pada satu pohon hanya dapat diambil maksimum tiga sampai enam daun dalam sekali panen. Daun pandan yang dipungut hasilnya adalah pandan yang berkualitas baik yaitu tidak terlalu tua (warna daun akan mempengaruhi saat pengolahan) dan tidak terlalu muda (serat daun getas/cepat patah kalau dianyam), warna daun hijau gelap, belum terdapat bagian-bagian daun yang mengering dan dua pertiga bagian ujung daun mulai terkulai. Satu pohon pandan dapat menghasilkan 30-90 lembar daun per tahunnya, dengan perkataan lain tanaman pandan memproduksi daun setiap empat hari sekali. Dari satu pohon akan keluar tunas dan tunas yang dapat dipertahankan sebanyak 2-3 tunas sehingga dalam satu rumpun terdapat 3-4 pohon yang dapat dipungut daunnya. Bila satu pohon tanaman pandan dipelihara dua tunas dengan satu batang tanaman pokok, sehingga dapat menghasilkan 36-270 lembar daun per pohon per tahun. Nilai ekonomi Tanaman pandan secara ekonomi digunakan sebagai bahan baku produk anyam-anyaman. Untuk daerah-daerah tertentu seperti Tasikmalaya, Jawa Barat, industri kerajinan yang menggunakan bahan baku pandan sudah diekspor ke Eropa, Jepang, Kanada dan Amerika. Untuk industri kerajinan ini Tasikmalaya membutuhkan bahan baku 65% dari luar Tasikmalaya dengan pangsa pasar luar negeri sebesar 30% dan dalam negeri 70%. Sentraindustri kerajinan pandan mencapai 12 sentra dengan 687 unitusaha bahkan mampu menyerap tenaga kerja sekitar 9.676 orang dengan nilai investasi sebesar Rp. 1,3 milyar per tahun dan produksi setara Rp. 8,6 milyar. Jika usahatani pandan diusahakan secara monokultur, menurut data Dinas Perkebunan di Tasikmalaya menunjukkan bahwa prospek usahatani ini sangat menguntungkan dimana B/C ratio 1,6 atau setiap investasi 1 rupiah akan mendapat pengembalian 1,6 rupiah. Sedang usahatani pandan yang dilakukan secara campuran diantara tanaman kelapa yang telah produktif dengan populasi tanaman 900 pohon per hektar, tingkat produksi daun per pohon sebesar 80% dibanding monokultur dengan BC ratio mencapai 1,73. Dengan demikian, usahatani dengan pola campuran ini cukup menguntungkan Peluang ekspor produk kelapaIndonesia merupakan negara produsen kelapa terbesar di dunia dengan jumlah produksi mencapai 3 juta ton setara kopra dengan pesaing utama adalah Philipina dan India dengan produksi 2,8 juta ton dan 1,8 juta ton. Dengan semakin berkembangnya industri perkelapaan, ekspor berbagai produk kelapa Indonesia cenderung semakin meningkat. Kecuali kelapa butir dan serat serabut. Produk olahan CCO (Coconut Crude) DC (Desiccated Coconut) dan bungkil kopra merupakan produk ekspor dominan. Adapun tujuan negara ekspor meliputi Eropa, Amerika, Asia dan Pasifik. Pemberdayaan petani melalui budidaya tanaman sela diantara kelapaPeluang pengembangan usaha perkelapaan masih cukup besar seperti adanya pangsa pasar dunia, potensi untuk pengembangan produk kelapa untuk industri dan turunan produknya cukup luas dan masih terbuka, tersedianya teknologi serta potensi lahan masih yang masih luas dan dimungkinkan adanya diversifikasi usatahani melalui budidaya tanaman sela diantara kelapa. Salah satu tanaman sela yang dapat ditanam diantara tanaman kelapa adalah pandan. Tanaman pandan telah lama dikenal oleh masyarakat dan banyak digunakan sebagai bahan baku kerajinan anyaman yang permintaannya kian meningkat baik pasar dalam maupun luar negeri. Penanaman pandan sebagai tanaman sela diantara kelapa dapat menjadi alternatif kurangnya lahan untuk budidaya pandan. Pemanfaatan lahan diantara kelapa dengan pandan sangat dimungkinkan mengingat tanaman kelapa sepanjang hidupnya hanya memanfaatkan lahan 20-30%. Melalui pola pertanaman kebun campuran antara kelapa dengan pandan dapat terjadi bersinergi sehingga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, hara, meningkatkan keragaman produk untuk sektor pertanian dan industri, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan memperluas lapangan kerja, sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1).Kelapa Indonesia "Produktifitas, Daya Saing, Kemandirian dan Kesejahteraan", Badan Litbang Pertanian, 2007; 2) Pandan (Pandanus Sp) Sebagai Tanaman Sela diantara Kelapa. Prosiding Hari Perkelapaan, 2002; 3) Dihimpun dari beberapa sumber